{"id":3543,"date":"2021-05-21T09:00:00","date_gmt":"2021-05-21T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=3543"},"modified":"2021-05-11T09:10:45","modified_gmt":"2021-05-11T02:10:45","slug":"penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/","title":{"rendered":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)<\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Selama pengerahan tenaga, hati memecah glikogen dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Otot menggunakan glukosa hati dan otot untuk bahan bakar energi. Pasokan glikogen dapat mendukung aktivitas sehari-hari dengan mudah tetapi dibatasi hingga kurang dari 2000 kkal energi, cukup untuk berlari sekitar 20 mil. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Semakin banyak atlet dapat mengisi simpanan glikogen otot, maka semakin banyak glikogen yang akan bertahan selama aktivitas fisik, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja. Saat glikogen habis, otot menjadi lelah.<\/span><\/strong><span id=\"8a22e90b-ba34-4af0-9a59-5d4aa6964932\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Diet mempengaruhi penyimpanan dan penggunaan glikogen<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Seberapa banyak pengaruh karbohidrat yang dimakan seseorang mempengaruhi simpanan glikogen ? Sebuah studi klasik membandingkan penggunaan bahan bakar selama aktivitas di antara tiga kelompok pelari dengan diet berbeda. Selama beberapa hari sebelum pengujian, satu kelompok mengonsumsi makanan normal Diet campuran, kelompok kedua mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat, dan kelompok ketiga mengkonsumsi diet tanpa karbohidrat (diet lemak dan protein).<span id=\"d1dd3bc8-b6e3-4ff7-95e4-a1dd757b37c1\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Pola makan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan daya tahan tubuh seorang atlet.<\/span><\/strong> Dalam penelitian ini, diet lemak dan protein mengandung 94% total kalori dari lemak dan 6% total kalori dari protein dapat membuat atlet bertahan selama 57 menit; diet normal yang mengandung 55% total kalori dari karbohidrat dapat membuat atlet bertahan selama 114 menit; dan diet tinggi karbohidrat (83% total kalori dari karbohidrat) dapat membuat atlet bertahan selama 167 menit.<span id=\"19e391d6-7f95-4c08-a60a-1526d19056da\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Diet tinggi karbohidrat dapat membuat para pelari untuk terus berjalan lebih lama sebelum kelelahan. Banyak studi lain juga menyebutkan  diet tinggi karbohidrat meningkatkan daya tahan dengan memastikan simpanan glikogen. Jadi, untuk mengisi simpanan glikogen, perlu banyak mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat.<span id=\"d9664256-f165-4eae-a326-6570fdcc44ba\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3550\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/jogging-2343558_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Intensitas aktivitas mempengaruhi penggunaan glikogen<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Berapa lama glikogen orang yang berolahraga akan bertahan tidak hanya pada diet, tetapi juga pada intensitas aktivitas ? Aktivitas sedang seperti jogging menggunakan glikogen secara perlahan. Paru-paru dan sistem peredaran darah tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan otot akan oksigen. Individu bernapas dengan mudah, dan jantung berdetak stabil \u2014 aktivitasnya aerobik. Otot mendapatkan energinya dari glukosa dan asam lemak. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Dengan bergantung sebagian pada asam lemak, aktivitas aerobik tingkat sedang dapat menghemat glikogen. Aktivitas intens \u2014 aktivitas yang membuat &#8220;sulit bernapas&#8221;, seperti  perlombaan atletik \u2014 menggunakan glikogen dengan cepat. <\/span><\/strong>Dalam aktivitas seperti itu, otot mengandalkan asam laktat untuk memecah glukosa menjadi asam piruvat secara anaerob, karena dapat memproduksi ATP dengan cepat.<span id=\"07ed7bf9-84f9-4f44-ad06-fc97d7a7c168\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Durasi aktivitas mempengaruhi penggunaan glikogen <\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Penggunaan glikogen tidak hanya tergantung pada intensitas suatu kegiatan, tetapi juga pada durasi. Kebanyakan orang menggunakan glikogen untuk bahan bakar. Karena otot menggunakan glikogennya sendiri, otot lebih banyak membutuhkan glukosa. Glukagon memberi sinyal pada hati untuk mengosongkan simpanan glikogen untuk memberi otot lebih banyak glukosa.<span id=\"b5653703-873f-4107-957b-947f9e1f3a30\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Seseorang yang terus berolahraga secara moderat (aerobik) mulai menggunakan glukosa yang semakin sedikit dan semakin banyak lemak untuk bahan bakar. <\/span><\/strong>Tetap saja, penggunaan glukosa berlanjut, dan jika aktivitas berlangsung cukup lama dan intens, kadar glukosa darah menurun dan simpanan glikogen di otot serta hati menjadi habis. Aktivitas fisik bisa berlanjut untuk waktu yang singkat setelahnya karena glukagon memberi sinyal ke hati untuk memproduksi, dari laktat dan asam amino tertentu, dalam jumlah minimum glukosa yang dibutuhkan untuk mencegah deplesi total.<span id=\"66a7f45c-1b78-42bd-bda3-f0aac4268354\" data-items=\"[&quot;2456106159&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Kebutuhan glukosa selama aktivitas <\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Otot dapat memperoleh glukosa yang tidak hanya dibutuhkannya menyimpan glikogen, tetapi juga dari makanan dan minuman yang dikonsumsi selama aktivitas. Konsumsi karbohidrat sangat berguna selama aktivitas daya tahan yang melelahkan (berlangsung lebih dari 1 jam) dan selama pertandingan seperti sepak bola atau hoki, yang mana berlangsung selama berjam-jam dan menuntut aktivitas intens yang berulang-ulang.<span id=\"40d609cb-2bb1-44a9-a048-70cf46316ac2\" data-items=\"[&quot;3382505480&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Atlet ketahanan (<em>endurance<\/em>) sering kekurangan glukosa pada akhir pertandingan kompetitif. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Untuk memastikan asupan karbohidrat yang optimal, pakar gizi olahraga merekomendasikan 30 menjadi 60 gram karbohidrat per jam selama pertandingan.<\/span><\/strong><span id=\"ff67ff18-d84c-4f8b-930d-29de9c994452\" data-items=\"[&quot;3378918627&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span> Minuman olahraga yang mengandung karbohidrat dapat membantu mengganti kehilangan cairan dan elektrolit. Jadi, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">untuk memastikan hidrasi yang optimal dan asupan karbohidrat, atlet ketahanan disarankan untuk minum1\/2 &#8211; 1 L\/jam minuman olahraga yang mengandung karbohidrat 4 &#8211; 8%  selama aktivitas.<\/span><\/strong><span id=\"5fdaa76b-e344-4903-8c64-5da663fa8d3b\" data-items=\"[&quot;3378918627&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/11\/21\/air-kelapa-dan-status-hidrasi\/\">Baca : Air Kelapa dan Status Hidrasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3252\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/powerade-415710_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Selama tahap terakhir dari olahraga <em>endurance<\/em>, ketika glikogen hampir habis, glukosa yang dikonsumsi selama pertandingan tersebut perlahan-lahan dapat berpindah dari saluran pencernaan ke otot dan menambah suplai glukosa tubuh yang cukup untuk mencegah kelelahan. Beberapa peneliti mempertanyakan apakah menambahkan protein pada minuman berkarbohidrat dapat menawarkan keunggulan kinerja untuk daya tahan atlet. Sejauh ini bukti menunjukkan bahwa <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">ketika asupan karbohidrat optimal, protein tidak memberikan manfaat kinerja tambahan.<\/span><\/strong><span id=\"c48b453c-ca00-45fd-b820-d7f16d16c6d8\" data-items=\"[&quot;1894232156&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/16\/seberapa-penting-cairan-rehidrasi-bagi-atlet\/\"><strong>Lebih Lanjut : Seberapa Penting Cairan Rehidrasi Bagi Atlet?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Glukosa setelah aktivitas <\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Otot yang kehabisan glikogen memiliki sensitivitas insulin yang lebih besar, yang meningkatkan pengambilan glukosa dan mendorong sintesis glikogen. Jadi, konsumai makanan tinggi karbohidrat setelah aktivitas fisik dapat meningkatkan simpanan glikogen. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Untuk mempercepat laju penyimpanan glikogen, latihan secara normal; kemudian selama 2 jam setelah olahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat, seperti segelas jus jeruk dan beberapa biskuit, roti panggang, atau sereal.<\/span><\/strong><span id=\"e3a4cf3f-a82a-42c6-87eb-72bb3145a466\" data-items=\"[&quot;1450625998&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> Setelah 2 jam, kecepatan penyimpanan glikogen menurun hampir setengahnya. Strategi ini sangat penting kepada atlet yang latihan berat lebih dari sekali sehari. Pola makan rendah indeks glikemik juga dapat bermanfaat bagi ketahanan tubuh.<\/span><\/strong> Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan respon glikemik rendah meningkatkan ketersediaan dan penggunaan asam lemak selama aktivitas selanjutnya, sehingga mengurangi ketergantungan pada penyimpanan lemak dan glikogen otot sendiri.<span id=\"f2c21002-fb11-482d-9a7a-b1d5acb1b24d\" data-items=\"[&quot;2323100093&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/17\/pengaturan-indeks-glikemik-beban-glikemik-dan-penghitungan-karbohidrat-pada-diabetes-mellitus\/\"><strong>Baca Artikel : Pengaturan Indeks Glikemik, Beban Glikemik, dan Perhitungan Karbohidrat<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"2456106159\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Whitney E, Rolfes S. <i>Understanding Nutrition<\/i>. 14th ed. Cengage Learning; 2016.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3382505480\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Temesi J, Johnson NA, Raymond J, Burdon CA, O\u2019Connor HT. Carbohydrate Ingestion during Endurance Exercise Improves Performance in Adults. <i>The Journal of Nutrition<\/i>. Published online March 16, 2011:890-897. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3945\/jn.110.137075\">10.3945\/jn.110.137075<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3378918627\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Rosenbloom C. Food and Fluid Guidelines Before, During, and After Exercise. <i>Nutrition Today<\/i>. Published online March 2012:63-69. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/nt.0b013e31824c5cb8\">10.1097\/nt.0b013e31824c5cb8<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1894232156\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">BREEN L, TIPTON KD, JEUKENDRUP AE. No Effect of Carbohydrate-Protein on Cycling Performance and Indices of Recovery. <i>Medicine &amp; Science in Sports &amp; Exercise<\/i>. Published online June 2010:1140-1148. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1249\/mss.0b013e3181c91f1a\">10.1249\/mss.0b013e3181c91f1a<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1450625998\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Position of the American Dietetic Association, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance. <i>Journal of the American Dietetic Association<\/i>. Published online March 2009:509-527. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jada.2009.01.005\">10.1016\/j.jada.2009.01.005<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2323100093\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Donaldson CM, Perry TL, Rose MC. Glycemic Index and Endurance Performance. <i>International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism<\/i>. Published online April 2010:154-165. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1123\/ijsnem.20.2.154\">10.1123\/ijsnem.20.2.154<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-style-logos-only is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":3548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[300,299,301],"class_list":["post-3543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-aktivitas-fisik","tag-glukosa","tag-olahraga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-21T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1281\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik\",\"datePublished\":\"2021-05-21T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\"},\"wordCount\":991,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg\",\"keywords\":[\"aktivitas fisik\",\"glukosa\",\"olahraga\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\",\"name\":\"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-21T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1281},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID","description":"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID","og_description":"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-05-21T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1281,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik","datePublished":"2021-05-21T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/"},"wordCount":991,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg","keywords":["aktivitas fisik","glukosa","olahraga"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/","name":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg","datePublished":"2021-05-21T02:00:00+00:00","description":"Glukosa, disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, sangat penting untuk aktivitas fisik. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini =)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/sport-4119570_1920.jpg","width":1920,"height":1281},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/21\/penggunaan-glukosa-selama-aktivitas-fisik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3543"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3560,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3543\/revisions\/3560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}