{"id":3222,"date":"2021-04-14T09:00:00","date_gmt":"2021-04-14T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=3222"},"modified":"2021-04-10T13:33:23","modified_gmt":"2021-04-10T06:33:23","slug":"zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/","title":{"rendered":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan pada artikel berikut =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Protein<\/h2>\n\n\n\n<p>merupakan bagian pembentuk dan penyeimbang jaringan dan struktur tubuh seperti, pembuatan enzim, sel darah merah. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Pada pembuatan gigi dan tulang, dibutuhkan matriks protein kolagen sebagai penumpu yang kemudian diisi oleh mineral kalsium, fosfor, florin, magnesium dan mineral lainnya.<\/span><\/strong><span id=\"980e96b4-d522-492f-9a00-357a987d7bc6\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Asupan kalsium dan protein berinteraksi secara konstruktif untuk mempengaruhi kesehatan tulang. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan kalsium dan protein harus cukup untuk manfaat tulang yang baik<\/span><\/strong>. Asupan protein yang optimal untuk kesehatan tulang kemungkinan besar lebih tinggi dari asupan yang direkomendasikan saat ini, terutama pada manula. Kekhawatiran tentang protein makanan yang meningkatkan kalsium urin tampaknya diimbangi dengan peningkatan penyerapan. Demikian pula, kekhawatiran tentang dampak protein pada produksi asam tampaknya kecil dibandingkan dengan efek alkalinisasi buah-buahan dan sayuran.<span id=\"6f0f7862-00c8-49cc-a475-396701e2746a\" data-items=\"[&quot;984120752&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan protein tinggi (khususnya protein hewani) akan meningkatkan pemecahan tulang dan <em>calcium urinary<\/em> ketika asupan kalsium tidak terpenuhi.<\/span><\/strong><span id=\"5de66605-d72a-419f-a8ff-35e8e98b5b00\" data-items=\"[&quot;984120752&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span> Hal ini terjadi karena katabolisme asupan protein dapat menghasilkan ion ammonium dan sulfat yang berasal dari asam amino yang bersifat asam. Kemudian kalsium dalam tulang akan dipecah untuk menetralkan asam, sehingga kandungan kalsium dalam urin akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan peningkatan resiko osteopeni dan osteoporosis di masa yang akan datang. Penurunan kepadatan tulang tidak akan terjadi jika asupan kalsium sesuai dengan anjuran.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\"><strong>Artikel : Diet pada Osteoporosis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalsium<\/h2>\n\n\n\n<p>Mineral yang terbaik untuk kesehatan tulang. Selain itu kalsium juga berperan dalam proses mineralisasi. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Proses mineralisasi dan pemadatan tulang sangat bergantung pada kalsium karena kalsium adalah zat gizi esensial untuk menjaga keseimbangan tulang. <\/span><\/strong>Pemenuhan asupan kalsium sangat penting dilakukan pada masa remaja, karena terjadi puncak pertumbuhan tulang. Sekitar 40%-60% massa tulang terjadi pada masa remaja. Kurangnya asupan kalsium pada massa pertumbuhan akan menyababkan tulang tidak bisa<br>mencapai <em>peak bone mass<\/em> secara maksimal.<span id=\"d4e00236-f05b-4798-8b27-581a22f70ab1\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Kalsium diatur oleh hormon paratiroid, kalsitonin, vitamin D, dan fosfor. <\/span><\/strong>Melalui sistem regulasi yang kompleks di antara banyak organ, termasuk ginjal, saluran gastrointestinal, dan tulang. Penyerapan kalsium dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kalsium reabsorpsi untuk mempertahankan homeostasis. Saat serum kalsium kadarnya rendah, hormon paratiroid menyebabkan pelepasan kalsium dari tulang dan merangsang peningkatan absorpsi dari saluran gastrointestinal. Kalsitonin bekerja ke arah yang berlawanan, mematikan pelepasan kalsium dari tulang dan penurunan absorpsi gastrointestinal. Vitamin D merangsang sementara fosfor menghambat penyerapan kalsium saluran gastrointestinal.<span id=\"532d0646-88cf-494e-86a5-7a705af20359\" data-items=\"[&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1549\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920-300x225.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920-768x576.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/egg-2191991_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kurang asupan kalsium secara terus menerus akan menyebabkan ketidakseimbangan kalsium. Ketika kadar kalsium darah turun maka kelenjar paratiroid akan mensekresi hormon paratiroid yang akan menstimulasi vitamin D, kemudian keduanya akan meningkatkan reabsorbsi kalsium di ginjal, penyerapan kalsium di usus, dan resorpsi tulang.<span id=\"305444d5-6443-4b7f-a644-cfc267e98cc6\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Sehingga resiko osteopeni juga meningkat. Sumber kalsium dalam makanan banyak terkandung dalam brokoli, kol, kembang kol, tomat, tahu, kacang-kacangan, telur, dan produk olahan susu seperti, keju, yogurt. <\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/20\/osteoporosis-dan-kalsium\/\"><strong>Baca Artikel : Osteoporosis dan Kalsium<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fosfor<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebanyak 80% &#8211; 90 % fosfor yang ada di dalam tubuh ditemukan di dalam tulang, dimana fosfor berikatan dengan kalsium membentuk hidroksiapatit sehingga dapat membentuk tulang menjadi kuat dan kokoh. Asupan fosfor dapat mendukung metabolisme kalsium, namun jumlah rasio konsumsi kalsium dan fosfor harus diperhatikan. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan tinggi fosfor dan rendah kalsium dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang<\/span><\/strong>.<span id=\"819dee02-a01a-4d0d-ad7d-26c5986d4663\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Fosfor dan kalsium memiliki jalur metabolisme yang sama. Jika asupan fosfor terlalu tinggi maka akan menghambat metabolisme kalsium dalam tubuh. Kadar fosfor darah yang tinggi akan menyebakan sekresi hormon paratiroid dan secara langsung meningkatkan resorpsi tulang.<span id=\"5deeb50d-768d-475c-a6c2-b2b1823a8297\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;,&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1,3\u200b<\/sup><\/span> <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Minuman bersoda memiliki kandungan tinggi fosfor, fruktosa dan kafein yang menyebabkan peningkatan sekresi kalsium melalui urin akibat sifatnya yang asam.<\/span><\/strong> Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa remaja yang terbiasa mengkonsumsi minuman berkarbonasi memiliki massa tulang lebih rendah.<span id=\"bf96cb9e-4eee-49aa-94b7-ad32991a8f65\" data-items=\"[&quot;2237872590&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Penyerapan fosfor menurun saat defisiensi vitamin D atau dengan obat-obatan tertentu yang mengikat fosfor (antasida atau pengikat fosfat tertentu yang digunakan dalam pasien penyakit ginjal kronis). Sumber Fosfor ditemukan terutama pada produk hewani, termasuk daging dan susu; beberapa kacang juga merupakan sumber yang baik.<span id=\"19aaa259-33cf-44bc-b124-e17d31d5142f\" data-items=\"[&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Natrium<\/h2>\n\n\n\n<p>Sodium atau natrium adalah ion kation dalam cairan ekstraselular. Kecukupan asupan sodium perlu dipenuhi sesuai dengan anjuran, karena sodium diperlukan untuk menjaga keseimbangan asam basa yang berguna untuk transmisi impuls saraf dan kontraksi otot.  Asupan sodium dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan sehari-hari, karena sebanyak 75% sodium berasal dari garam yang ditambahkan dalam makanan olahan hasil industri, 15% berasal dari makanan yang diolah sendiri dan 10% berasal dari sodium yang terkandung alami dalam makanan segar seperti buah dan sayur.<span id=\"64227886-81d5-41aa-ae50-a86b5693262c\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Sodium sangat mudah diserap oleh usus dan kemudian beredar bebas di aliran darah darah sampai ke ginjal. Kemudian ginjal menyaring semua sodium dan mengirimkan sodium (sesuai yang dibutuhkan tubuh) ke aliran darah lagi. Normalnya, sodium yang dieksresikan tubuh sesuai dengan yang diasup. Pada keadaan dimana asupan sodium (garam) meningkat, tubuh akan mengirimkan sinyal haus sampai volume yang diperlukan terpenuhi, kemudian tubuh akan mengeluarkan cairan tersebut bersama-sama dengan sodium.<span id=\"1160a830-881e-4f01-b5aa-58dbaee26916\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Belakangan ini, asupan tinggi sodium meningkat disebabkan munculnya makanan instan atau makanan dengan pengawet (tinggi garam). <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan tinggi sodium merupakan penyebab utama terjadinya peningkatan ekskresi kalsium dalam tubuh.<\/span><\/strong> Jika dibiarkan hal ini dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang akibat peningkatan pengeluaran kalsium dari tubuh. Ada penelitian menyebutkan bahwa asupan tinggi garam dapat meningkatkan eksresi kalsium melalui urine pada remaja berkulit putih.<span id=\"f16c2fd0-9c5e-4ff2-9f5d-39140958278a\" data-items=\"[&quot;2548668678&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/09\/30\/perhitungan-konsumsi-garam-individu\/\"><strong>Lebih Lanjut : Perhitungan Konsumsi Garam Individu<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalium<\/h2>\n\n\n\n<p>Potassium atau kalium adalah ion kation pada cairan intrasellular tubuh. Mineral ini memiliki peran penting sebagai penyeimbang cairan dan elektrolit serta integritas sel. Ketersedian dan distribusi potassium dalam tubuh perlu diperhatikan kerena potassium memiliki peran penting untuk menjaga kestabilan denyut jantung. Kalium melimpah di semua sel hidup karena sel tetap utuh kecuali makanan diproses. Sumber kalium ada pada makanan segar seperti sayur (brokoli, kentang, tomat), buah (pisang, melon, semangka), dan kacang -kacangan.<span id=\"c35db4e1-d88f-4034-b7bc-f1decee5bb07\" data-items=\"[&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2812\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-300x225.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-768x576.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/pexels-pixabay-264537-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Asupan tinggi potassium dapat mempengaruhi kalsium melalui ekresi kalsium urin. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan rendah potassium atau tinggi natrium dapat menyebabkan peningkatan eksresi kalsium melalui urin. Hal ini akan mengurangi ketersediaan kalsium dalam tubuh (jika asupan kalsium kurang), sehingga tubuh akan mengambil simpanan kalsium tulang. Jika berlanjut akan mengurangi kepadatan\/densitas massa tulang.<span id=\"e40c7665-3d9c-49f2-acb1-83be2812eacc\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;,&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b<\/sup><\/span><\/span><\/strong><span id=\"e40c7665-3d9c-49f2-acb1-83be2812eacc\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;,&quot;1543768232&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>1,3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Vitamin D<\/h2>\n\n\n\n<p>berasal dari sinar matahari dan asupan makanan sumber vitamin D seperti minyak ikan, susu dan makanan fortifikasi vitamin D. Tanpa adanya vitamin D, tubuh hanya mampu menyerap 10-15% kalsium yang diasup. Bagi individu yang hidup di negara tropis, sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan adanya defisiensi vitamin D, karena tubuh sudah mampu memproduksi vitamin D dengan jumlah cukup.<span id=\"caf9d1b6-fb01-4fd6-b6b5-8359a39338b4\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Peran khusus vitamin D dalam kesehatan tulang adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor, sehingga dapat membantu konsentrasi mineral dalam darah seimbang dan tulang dapat tumbuh dengan kuat dan padat karena mineral tersebut.<\/span><\/strong> Vitamin D berperan dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam darah dengan mengontrol pengeluaran hormon paratiroid dan hormon kalsitonin.<span id=\"60e54ed2-b3f0-4204-a1e7-3343c13df2ea\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p>Vitamin D dapat meningkatkan kadar serum kalsium dan fosfat dengan menstimulasi penyerapan kalsium dan fosfor di usus serta mereabsorbsi kalsium dari tubulus distal. Peningkatan kadar kalsium dan vitamin D dapat menurunkan produksi hormon paratiroid sehingga memperkecil ekresi kalsium melalui urin. Penelitian yang sudah pernah dilakukan menyebutkan bahwa suplementasi vitamin D selama satu tahun pada remaja dapat meningkatkan massa tulang pada remaja putri sekitar 8%. Namun, massa tulang pada remaja putra tidak mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik, struktur tulang dan struktur tubuh laki-laki yang berbeda.<span id=\"61177e8b-b8d1-481e-84c9-663d76434d11\" data-items=\"[&quot;1154592506&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\"><strong>Baca : Faktor Penyebab Defisiensi Vitamin D<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"1154592506\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Whitney E, Rolfes S. <i>Understanding Nutrition<\/i>. 12th ed. Wadsworth Cengange Learning; 2011.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"984120752\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Heaney R, Layman D. Amount and type of protein influences bone health. <i>Am J Clin Nutr<\/i>. 2008;87(5):1567S-1570S. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ajcn\/87.5.1567S\">10.1093\/ajcn\/87.5.1567S<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1543768232\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Mahan L, Raymond J. <i>KRAUSE\u2019S FOOD &amp; THE NUTRITION CARE PROCESS<\/i>. 14th ed. Elsevier; 2017.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2237872590\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">McGartland C, Robson P, Murray L, et al. Carbonated Soft Drink Consumption and Bone Mineral Density in Adolescence: The Northern Ireland Young Hearts Project. <i>J Bone Miner Res<\/i>. Published online September 1, 2003:1563-1569. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1359\/jbmr.2003.18.9.1563\">10.1359\/jbmr.2003.18.9.1563<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2548668678\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Wigertz K, Palacios C, Jackman L, et al. Racial differences in calcium retention in response to dietary salt in adolescent girls. <i>Am J Clin Nutr<\/i>. 2005;81(4):845-850. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ajcn\/81.4.845\">10.1093\/ajcn\/81.4.845<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-style-logos-only is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":3234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[269,270],"class_list":["post-3222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-kepadatan-tulang","tag-zat-gizi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-14T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang\",\"datePublished\":\"2021-04-14T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\"},\"wordCount\":1268,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"kepadatan tulang\",\"zat gizi\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\",\"name\":\"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-14T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg\",\"width\":1707,\"height\":2560},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID","description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID","og_description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-04-14T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1707,"height":2560,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang","datePublished":"2021-04-14T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/"},"wordCount":1268,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg","keywords":["kepadatan tulang","zat gizi"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/","name":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg","datePublished":"2021-04-14T02:00:00+00:00","description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah asupan zat gizi seimbang. Mari kita simak zat gizi apa saja yang berperan =)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-cottonbro-5554180-scaled.jpg","width":1707,"height":2560},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/14\/zat-gizi-yang-berpengaruh-pada-kepadatan-tulang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Zat Gizi yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3222"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3239,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3222\/revisions\/3239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}