{"id":301,"date":"2020-01-17T05:55:08","date_gmt":"2020-01-17T05:55:08","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=301"},"modified":"2020-04-25T02:35:02","modified_gmt":"2020-04-25T02:35:02","slug":"perempuan-dalam-identitas-gizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/","title":{"rendered":"Perempuan dalam Identitas Gizi"},"content":{"rendered":"\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perempuan adalah anugerah. Dalam\nsebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi\nsebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil\ndan seorang ibu menyusui. Ini berarti perempuan dalam identitas gizi adalah\nkelompok rentan baik dari sebagai remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui.\nPerempuan pula pengontrol utama untuk kelompok rentan lain, yakni bayi dan\nbalita.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak\nterjadi pembuahan, manusia bergantung pada zat-zat gizi untuk pertumbuhan,\nperkembangan, dan kelangsungan hidupnya. Dalam kandungan ibu, janin memperoleh\nzat-zat gizi dari persediaan ibu, setelah lahir hingga enam bulan ia cukup\nhanya mendapat makanan melalui Air Susu Ibu (ASI), dan sampai dua tahun atau\nlebih si bayi tetap diberi ASI pula.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gizi\nDalam Daur Kehidupan; Sebuah Peran Perempuan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Masa kehamilan, pada masa dalam\nkandungan, janin sepenuhnya bergantung pada ibu untuk keperluaan zat-zat\ngizinya. Kebutuhan ini meningkat secara berangsur hingga bayi lahir. Pada saat\nkandungan, zat-zat gizi hendaknya berada dalam keadaan seimbang dalam darah\nibu. Hal ini sepenuhnya bergantung pada apa yang ibu konsumsi, serta proses\npencernaan, absorpsi (penyerapan), dan metabolisme zat-zat gizi yang terjadi.\nKeadaan gizi ibu hamil yang tidak seimbang berpengaruh negatif terhadap bayi,\nseperti berat badan lahir rendah (BBLR), pertumbuhan terhambat, lahir cacat,\nhingga kematian.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Masa menyusui, menyusui merupakan\nbagian integral siklus reproduksi berupa proses fisiologis yang dapat dilakukan\noleh hampir semua ibu sesudah melahirkan. Makanan pertama yang diberikan kepada\nbayi sesudah lahir adalah air susu ibu (ASI). ASI adalah makanan alamiah yang\ndiperuntukkan bagi bayi. ASI mengandung zat-zat gizi yang lengkap, selain itu\nmudah dicerna, dan diabsorpsi. Dalam ASI-pun terdapat zat-zat antiinfeksi dan\nantialergi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penjelasan kondisi umum di Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019 tertulis, Angka Kematian Ibu sudah mengalami penurunan, namun masih jauh dari target MDGs tahun 2015, meskipun jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan mengalami peningkatan. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh tantra lain kualitas pelayanan kesehatan ibu yang belum memadai, kondisi ibu hamil yang tidak sehat dan faktor determinan lainnya. Penyebab utama kematian ibu yaitu hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan post partum. Penyebab ini dapat diminimalisir apabila kualitas Antenatal Care dilaksanakan dengan baik. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kondisi ibu hamil tidak sehat antara lain adalah penanganan komplikasi, anemia, ibu hamil yang menderita diabetes, hipertensi, malaria, dan empat terlalu (terlalu muda &lt;20 tahun, terlalu tua >35 tahun, terlalu dekat jaraknya 2 tahun dan terlalu banyak anaknya > 3 tahun). Sebanyak 54,2 per 1000 perempuan dibawah usia 20 tahun telah melahirkan, sementara perempuan yang melahirkan usia di atas 40 tahun sebanyak 207 per 1000 kelahiran hidup. Hal ini diperkuat oleh data yang menunjukkan masih adanya umur perkawinan pertama pada usia yang amat muda (&lt;20 tahun) sebanyak 46,7% dari semua perempuan yang telah kawin. Peningkatan kesehatan ibu sebelum hamil terutama pada masa remaja, menjadi faktor penting dalam penurunan AKI dan AKB.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Salah satu faktor diantara sekian\nbanyak yang memengaruhi keberhasilan suatu kehamilan adalah gizi. Status gizi\nibu hamil salah satunya berpengaruh terhadap berat badan lahir bayi. Dalam hal\nini maka perempuan menempatkan peran sebagai ibu hamil dan ibu menyusui dalam\nproses gizi dalam daur kehidupan. Proses kehamilan dan peran menyusui\nmemberikan arti besar dalam sebuah identitas gizi. Ini juga menunjukkan betapa\nbesar peran perempuan dalam proses gizi dalam daur kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peran\nLanjutan Perempuan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam hal ini perempuan adalah\npengontrol utama terhadap kelompok rawan lain dalam proses gizi dalam daur\nkehidupan. Kelompok rawan ini yakni bayi dan balita. Bahkan pada anak sekolah\n(pra sekolah dan sekolah dasar).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam Renstra Kemenkes 2015-2019\ndisebutkan dalam 5 tahun terakhir, Angka Kematian Neonatal (AKN) tetap sama\nyakni 19\/1000 kelahiran, sementara untuk Angka Kematian Pasca Neonatal (AKPN)\nterjadi penurunan dari 15\/1000&nbsp; menjadi\n13\/1000 kelahiran hidup, angka kematian anak balita juga turun dari 44\/1000\nmenjadi 40\/1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian pada kelompok perinatal\ndisebabkan oleh&nbsp; Intra Uterine Fetal\nDeath (IUFD) sebanyak 29,5% dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 11,2%,\nini berarti faktor kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan amat menentukan\nkondisi bayinya. Tantangan ke depan adalah mempersiapkan calon ibu agar\nbenar-benar siap untuk hamil dan melahirkan dan menjaga agar terjamin kesehatan\nlingkungan yang mampu melindungi bayi dari infeksi. Untuk usia di atas neonatal\nsampai satu tahun, penyebab utama kematian adalah infeksi khususnya pnemonia\ndan diare. Ini berkaitan erat dengan perilaku hidup sehat ibu dan juga kondisi\nlingkungan setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan\nmasalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi\nmasalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang\nharus kita tangani dengan serius. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah\nNasional 2010-2014, perbaikan status gizi masyarakat merupakan salah satu\nprioritas dengan menurunkan prevalensi balita gizi kurang (underweight) menjadi\n15% dan prevalensi balita pendek (stunting) menjadi 32% pada tahun 2014. Hasil\nRiskesdas dari tahun 2007 ke tahun 2013 menunjukkan fakta yang memprihatinkan\ndimana&nbsp; underweight meningkat dari 18,4%\nmenjadi 19,6%,&nbsp; stunting juga meningkat\ndari 36,8% menjadi 37,2%, sementara&nbsp;\nwasting (kurus) menurun dari 13,6% menjadi 12,1%. Riskesdas 2010 dan\n2013 menunjukkan bahwa kelahiran dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)\n&lt;2500 gram menurun dari 11,1% menjadi 10,2%.&nbsp;\nStunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh\nkemiskinan dan pola asuh tidak tepat, yang mengakibatkan kemampuan kognitif tidak\nberkembang maksimal, mudah sakit dan berdaya saing rendah, sehingga bisa\nterjebak dalam kemiskinan. Seribu hari pertama kehidupan seorang anak adalah\nmasa kritis yang menentukan masa depannya, dan pada periode itu anak Indonesia\nmenghadapi gangguan pertumbuhan yang serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang\nmenjadi masalah, lewat dari 1000 hari, dampak buruk kekurangan gizi sangat\nsulit diobati. Untuk mengatasi&nbsp; stunting,\nmasyarakat perlu dididik untuk memahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak\nbalita. Secara aktif turut serta dalam komitmen global (SUN-Scalling Up\nNutrition) dalam menurunkan stunting, maka Indonesia fokus kepada 1000 hari\npertama kehidupan (terhitung sejak konsepsi hingga anak berusia 2 tahun) dalam\nmenyelesaikan masalah stunting secara terintergrasi karena masalah gizi tidak\nhanya dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja (intervensi spesifik)\ntetapi juga oleh sektor di luar kesehatan (intervensi sensitif). Hal ini\ntertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan\nNasional Percepatan Perbaikan Gizi.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof.\nAli Khomsan (2012) menuliskan, peran ganda perempuan berimplikasi pada derajat\nkesehatan keluarga. Perempuan yang bekerja di luar rumah dan mendapatkan\npenghasilan akan meningkatkan pengaruhnya dalam alokasi pendapatan keluarga.\nPendapatan yang berasal dari perempuan berkorelasi erat dengan semakin\nmembaiknya derajat kesehatan dan status gizi anak. Ini tentu saja tidak lepas\ndari naluri keibuan yang dimiliki untuk mendapatkan anak-anak yang selalu\nsehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang\nketika seorang perempuan bekerja secara tidak langsung ia kehilangan tentang\nwaktu yang berharga terkait dengan proses asuh. Tapi ada asumsi lain ada\npenelitian di India, tulis Ali Khomsan (2012), menunjukkan bahwa tumbuh kembang\nanak balita yang tidak diasuh secara penuh waktu oleh ibunya karena bekerja\nternyata lebih baik dibandingkan ibu yang penuh waktu dalam mengasuh anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola\nasuh yang dimiliki seorang ibu merupakan faktor determinan yang menentukan\ntumbuh kembang anak. Dalam mewujudkan pola asuh (Khomsan, 2012), ada faktor\neksternal yang turut berperan yakni status sosial ekonomi keluarga mencakup\npendapatan, pendidikan, interaksi sosial, dan nilai-nilai dalam keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Asumsi\nlanjutannya adalah ini terkait kondisional ekonomi. Kehilangan kesempatan untuk\nmengasuh anak tertutupi oleh meningkatnya penghasilan (yang apabila)\ndialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak. Hal ini dapat\nterjadi bila (kesadaran) ibu yang bekerja tadi mempunyai kontrol penuh atas\npenghasilan yang diperolehnya. Selain itu tentu tentang naluri keibuan yang\ntetap diisi dalam paruh waktunya pada sang balita. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Urgensi\nPerempuan dalam Identitas Gizi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/strong>Urgensi perempuan dalam identitas gizi terlihat dari\nprogram-program gizi. Terdapat dua tujuan Kementerian Kesehatan pada tahun\n2015-2019, yaitu: 1) meningkatnya status kesehatan masyarakat dan; 2)\nmeningkatnya daya tanggap (responsiveness) dan perlindungan masyarakat terhadap\nrisiko sosial dan finansial di bidang kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Peningkatan\nstatus kesehatan masyarakat dilakukan pada semua kontinum siklus kehidupan\n(life cycle), yaitu bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok usia\nkerja, maternal, dan kelompok lansia. Tujuan indikator Kementerian Kesehatan\nbersifat dampak (impact atau outcome). Dalam peningkatan status kesehatan\nmasyarakat, indikator yang akan dicapai terkait urgensi perempuan adalah: Pertama,\nMenurunnya angka kematian ibu dari 359 per 100.00 kelahiran hidup (SP 2010),\n346 menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2012). Kedua, &nbsp;Menurunnya angka kematian bayi dari 32 menjadi\n24 per 1.000 kelahiran hidup. Ketiga,&nbsp;\nMenurunnya persentase BBLR dari 10,2% menjadi 8%.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengentasan itu atau peminimalisiran\nmasalah ini untuk memenuhi indikator ini berbagai program terkait tentu\ndigalakkan. Diantaranya; ibu hamil KEK mendapat makanan tambahan, ibu hamil\nmendapat tablet tambah darah, ibu nifas mendapat kapsul vitamin A, remaja putri\nmendapatkan tablet tambah darah, promosi ASI Eksklusif, promosi Inisiasi\nMenyusu Dini (IMD), serta pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan. Tentunya\nini semua tergolong sebagai program Gizi Spesifik dalam 1000 HPK. Demikian\ntentunya beragam hal ini, perempuan sebagai kelompok rawan dan pengontrol\nkelompok rawan lain dalam daur kehidupan dalam proses gizi serta berbagai unsur\nindikator dan program telah menegaskan tentang urgensi perempuan dalam\nidentitas gizi sedemikian besarnya. Tapi tentu dukungan dari para lelaki adalah\nsebuah keharusan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi:<\/h2>\n\n\n\n<p>Almatsier, Sunita, dkk, 2011. <em>Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan<\/em>. Penerbit Gramedia Pustaka\nUtama. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>Kemenkes, 2015. Rencana Strategis Kementerian\nKesehatan Tahun 2015 -2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Khomsan, Ali, 2012.\nEkologi Masalah Gizi, Pangan dan Kemiskinan. Penerbit Alfabeta. Bandung.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim Penyusun, 2013. <em>Pedoman Perencanaan Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Muhammad Sadli<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>(Bekerja di Salah Satu Puskesmas di\nMaluku Utara, Mahasiswa Terapan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Founder Ruang\nGizi, ruanggizis.wordpress.com)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":397,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[34,11],"tags":[],"class_list":["post-301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gizi-dalam-daur-kehidupan","category-kehamilan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-17T05:55:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-04-25T02:35:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"681\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Sadli\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Sadli\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Muhammad Sadli\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a580596813abc24450185e6741757ede\"},\"headline\":\"Perempuan dalam Identitas Gizi\",\"datePublished\":\"2020-01-17T05:55:08+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-25T02:35:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\"},\"wordCount\":1547,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg\",\"articleSection\":[\"Gizi Daur Kehidupan\",\"Kehamilan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\",\"name\":\"Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg\",\"datePublished\":\"2020-01-17T05:55:08+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-25T02:35:02+00:00\",\"description\":\"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg\",\"width\":1024,\"height\":681},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perempuan dalam Identitas Gizi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a580596813abc24450185e6741757ede\",\"name\":\"Muhammad Sadli\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d9d26bcf39a18951059f4cdeaf64b7000097584f92320b01d740c6af97156ea8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d9d26bcf39a18951059f4cdeaf64b7000097584f92320b01d740c6af97156ea8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Sadli\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/muhammad-sadli\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID","description":"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID","og_description":"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2020-01-17T05:55:08+00:00","article_modified_time":"2020-04-25T02:35:02+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":681,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhammad Sadli","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Sadli","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/"},"author":{"name":"Muhammad Sadli","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a580596813abc24450185e6741757ede"},"headline":"Perempuan dalam Identitas Gizi","datePublished":"2020-01-17T05:55:08+00:00","dateModified":"2020-04-25T02:35:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/"},"wordCount":1547,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg","articleSection":["Gizi Daur Kehidupan","Kehamilan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/","name":"Perempuan dalam Identitas Gizi - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg","datePublished":"2020-01-17T05:55:08+00:00","dateModified":"2020-04-25T02:35:02+00:00","description":"Perempuan adalah anugerah. Dalam sebuah identitas gizi, perempuan adalah pengontrol utama. Allah telah memberi sebuah karunia yang menjadi kodrat setiap perempuan yakni sebagai wanita hamil dan seorang ibu menyusui.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/my-son-17-1240178.jpg","width":1024,"height":681},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/01\/17\/perempuan-dalam-identitas-gizi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perempuan dalam Identitas Gizi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a580596813abc24450185e6741757ede","name":"Muhammad Sadli","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d9d26bcf39a18951059f4cdeaf64b7000097584f92320b01d740c6af97156ea8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d9d26bcf39a18951059f4cdeaf64b7000097584f92320b01d740c6af97156ea8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Sadli"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/muhammad-sadli\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions\/398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}