{"id":2880,"date":"2021-03-17T09:00:00","date_gmt":"2021-03-17T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=2880"},"modified":"2021-03-15T14:20:09","modified_gmt":"2021-03-15T07:20:09","slug":"faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/","title":{"rendered":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Vitamin D sangat mudah didapatkan di negara tropis seperti Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Vitamin D<\/h2>\n\n\n\n<p>merupakan salah satu mikronutrien yang bersifat larut dalam lemak yang berperan dalam metabolisme kalsium dan fosfat, homeostasis kalsium, kesehatan vaskuler, diferensiasi dan proliferasi sel. Disebut juga <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">\u201csunshine vitamin\u201d<\/span><\/strong>, sering dikaitkan dengan beberapa penyakit mulai dari penyakit degeneratif sampai keganasan. Vitamin D penting untuk kesehatan tulang yang membantu tubuh mempertahankan tingkat kalsium yang tepat untuk mengatur perkembangan gigi dan tulang.<span id=\"fe7ceb9a-a93c-4d2d-a71f-41359115aeb5\" data-items=\"[&quot;1472139101&quot;,&quot;1303575369&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1,2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lebih Lanjut :<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/20\/osteoporosis-dan-kalsium\/\"> Osteoporosis dan Kalsium<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Penyebab Defisiensi Vitamin D <\/h2>\n\n\n\n<p>Kekurangan vitamin D, menurut <em>Harvard&#8217;s School of Public Health<\/em>, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia tidak mendapatkan cukup vitamin D. Orang dengan warna kulit lebih gelap berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan tulang terhambat atau buruk. Osteoporosis, yang disebabkan oleh kekurangan kalsium dan vitamin D, dapat menyebabkan tulang keropos dan rapuh sehingga mudah patah.<span id=\"ea340861-126b-401d-ab96-076cb00b6a10\" data-items=\"[&quot;1472139101&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span>  <br><br>Faktor penyebab defisiensi vitamin D dapat dibedakan menjadi dua: defisiensi terkait radiasi UVB dan defisiensi terkait kondisi medis\/fisik yaitu :<span id=\"6b06a524-6f87-4546-940e-249abb93d192\" data-items=\"[&quot;1303575369&quot;,&quot;&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2,3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Defisiensi terkait UVB <\/h3>\n\n\n\n<p>\u2022 Lansia <\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab utama defisiensi vitamin D pada lansia yaitu menurunnya jumlah 7-dehidrokolesterol di kulit yang merupakan prekursor sintesis vitamin D dengan bantuan UVB.<br><br>\u2022 Pigmentasi kulit<\/p>\n\n\n\n<p>Orang yang berkulit gelap memiliki jumlah melanin yang banyak pada epidermis. Melanin bersifat kompetitif terhadap 7-dehidrokolesterol dalam menyerap radiasi UVB. Melanin bersifat sebagai tabir surya alami untuk kulit sehingga dapat menghalangi sintesis vitamin D.<br><br>\u2022 Pakaian<\/p>\n\n\n\n<p>Cara berpakaian dapat mempengaruhi sintesis vitamin D. Pada kulit yang tertutup pakaian, 7-dehidrokolesterol tidak terpapar radiasi UVB sehingga tidak terjadi perubahan menjadi vitamin D. Terdapat perbedaan kadar vitamin D yang signifikan antara paparan sinar matahari hanya di bagian wajah, tangan, dan lengan dengan paparan UVB di seluruh bagian tubuh.<br><br>\u2022 Tabir Surya<\/p>\n\n\n\n<p>Pemakaian tabir surya akan menyerap UVB dan UVA sehingga akan menghalangi radiasi UVB langsung ke dalam kulit.<br><br>\u2022 Musim<\/p>\n\n\n\n<p>Garis lintang, waktu Setiap negara memiliki musim yang berbeda, tergantung garis lintangnya. Tidak semua negara mendapatkan sinar matahari setiap harinya. Namun, negara yang berada di dekat garis khatulistiwa juga tidak menjamin kecukupan kadar vitamin D dalam tubuh. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Defisiensi terkait kondisi medis\/fisik <\/h3>\n\n\n\n<p>\u2022 Malabsorbsi lemak<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan medis seperti Crohn\u2019s disease, fibrosis kistik, penyakit celiac, pengangkatan bagian usus atau lambung dapat dikaitkan dengan malabsorbsi lemak yang dapat mengakibatkan defisiensi vitamin D. <br><br>\u2022 Penggunaan antikonvulsan,<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan obat anti konvulsan, atau obat anti epilepsi, seperti fenobarbital, phenytoin, dan karbamazepin yang digunakan untuk pasien kejang epilepsi dan juga gangguan bipolar memiliki efek samping yang dapat menyebabkan osteomalasia.<br><br>\u2022 Gangguan ginjal kronik <\/p>\n\n\n\n<p>Ginjal memiliki peran penting pada metabolisme vitamin D. Pada pasien dengan gangguan ginjal kronik yang membutuhkan hemodialisis akan mengalami ketidakmampuan mencukupi 1,25-dihidroksivitamin D yang dapat berefek langsung menghambat hormon paratiroid. <br><br>\u2022 Gangguan hepar <\/p>\n\n\n\n<p>Hepar berperan penting dalam menjaga kadar vitamin D. Pada penderita penyakit hepatobilier sering dengan kondisi kadar 25(OH)-D rendah dan terdapat gangguan metabolisme tulang. <br><br>\u2022 Obesitas <\/p>\n\n\n\n<p>Vitamin D didapatkan dari asupan makanan dan sintesis pada kulit yang disimpan di jaringan adiposa yang selanjutnya digunakan saat produksi vitamin D berkurang. Obesitas dikaitkan dengan penurunan bioavailabilitas makanan dan vitamin D yang mana lemak subkutan diketahui menyimpan vitamin D lebih banyak dari yang dilepaskan ke dalam sirkulasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Defisiensi Vitamin D &nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Rakhitis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>merupakan prevalensi penyakit yang terdapat &nbsp;di seluruh dunia. &nbsp;Akibat defisiensi vitamin D yang sangat tinggi dan &nbsp;mempengaruhi lebih dari separuh anak-anak di negara-negara seperti Cina dan Mongolia, dan wilayah seperti Afrika sub-Sahara, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Di Amerika Serikat, rakhitis tidak umum, tetapi bila terjadi pada &nbsp;anak-anak dan remaja kulit hitam &nbsp;terutama pada wanita dan remaja yang kelebihan berat badan kemungkinan yang paling berpengaruh.<span id=\"559320dc-02b7-4509-bda2-689072831b98\" data-items=\"[&quot;1303575369&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Osteomalasia<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>terjadi &nbsp;pada orang dewasa,yaitu &nbsp;mineralisasi tulang yang buruk menyebabkan nyeri pada &nbsp;penyakit tulang osteomalacia. Karena itu membuat tulang menjadi semakin lunak, fleksibel, rapuh, dan cacat.<span id=\"c659f8f7-af4f-4a19-8e3c-f6cf93e593aa\" data-items=\"[&quot;1303575369&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Osteoporosis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>merupakan &nbsp;kegagalan untuk mensintesis vitamin D yang cukup atau memperoleh dari makanan yang cukup menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang, yang dapat terjadi seperti patah tulang. Faktor yang menyebabkan osteoporosis adalah &nbsp;kondisi kepadatan tulang berkurang. <span id=\"3441263d-877a-41fa-bf1b-1a6c68fb3d46\" data-items=\"[&quot;1303575369&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kekurangan Vitamin D pada &nbsp;lansia<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>sangat mungkin terjadi, terutama pada lansia untuk beberapa alasan. Pertama, kulit, hati, dan ginjal kehilangan kapasitasnya untuk membuat dan mengaktifkan vitamin D seiring bertambahnya usia. Di sisi lain, lansia biasanya kurag konsumsi susu, sumber makanan utama vitamin D. Dan lansia biasanya menghabiskan sebagian besar hari di dalam ruangan, dan saat mereka menjelajah di luar,banyak dari mereka dengan hati-hati mengenakan pakaian pelindung atau mengoleskan tabir surya ke semua area kulit yang terpapar sinar matahari. Semua faktor ini meningkatkan kemungkinan defisiensi vitamin D. Akibatnya dapat terjadi : kehilangan tulang, patah tulang karena osteoporosis, dan otot lemah.<span id=\"6ab1b4b6-9b7f-4831-8892-3e722ffa5d7f\" data-items=\"[&quot;1303575369&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Artikel : <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/03\/05\/diet-osteoporosis\/\">Diet pada Osteoporosis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"1472139101\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Olsen N. Nutritional Deficiencies (Malnutrition). Healthline. Published 2019. <a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/malnutrition#vitamin-a\">https:\/\/www.healthline.com\/health\/malnutrition#vitamin-a<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1303575369\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">withney  E, Rolfes S. <i>Understanding Nutrition, Fourteenth Edition<\/i>. 14th ed. Cengage Learning; 2016.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Fiannisa R. Vitamin D sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif hingga Keganasan\u202f: Tinjauan Pustaka . Published online 2019.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Editor : Ayu Rahadiyanti<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vitamin D sangat mudah didapatkan di negara tropis seperti Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":3017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[255,254],"class_list":["post-2880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-defisiensi-vitamin-d","tag-vitamin-d"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-17T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"vinatalitha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"vinatalitha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\"},\"author\":{\"name\":\"vinatalitha\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e\"},\"headline\":\"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D\",\"datePublished\":\"2021-03-17T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\"},\"wordCount\":819,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"defisiensi vitamin D\",\"vitamin D\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\",\"name\":\"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-03-17T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e\",\"name\":\"vinatalitha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"vinatalitha\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/vinatalitha\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID","description":"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID","og_description":"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-03-17T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"vinatalitha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"vinatalitha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/"},"author":{"name":"vinatalitha","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e"},"headline":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D","datePublished":"2021-03-17T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/"},"wordCount":819,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg","keywords":["defisiensi vitamin D","vitamin D"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/","name":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg","datePublished":"2021-03-17T02:00:00+00:00","description":"Banyak faktor yang mempengaruhi defisiensi vitamin D. Faktor apa saja yang terkait? Mari kita simak pada artikel berikut ini =)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pexels-pixabay-33044-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/17\/faktor-penyebab-defisiensi-vitamin-d\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e","name":"vinatalitha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g","caption":"vinatalitha"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/vinatalitha\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2880"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3024,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880\/revisions\/3024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}