{"id":2837,"date":"2021-04-08T09:00:00","date_gmt":"2021-04-08T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=2837"},"modified":"2021-04-07T12:19:00","modified_gmt":"2021-04-07T05:19:00","slug":"efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/","title":{"rendered":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Tanggal 8 April diperingati sebagai Hari Balita Nasional. Konsumsi makanan berwarna pada anak balita tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak pada artikel berikut =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pewarna Makanan<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Banyak makanan dan minuman yang diminati anak mendapatkan warna cerahnya dari pewarna buatan. Penggunaan pewarna makanan buatan &nbsp;(Artificial&nbsp;<em>Food Coloring<\/em>\/AFC) &nbsp;baru-baru ini telah dibatasi di Inggris dan Uni Eropa untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. Keputusan ini memberikan studi kasus yang menarik tentang bukti ilmiah dalam penilaian bahan tambahan makanan dan risiko terhadap kesehatan anak-anak dan perumusan kebijakan makanan<span id=\"3c5941f3-c1c9-4028-86e6-c1cbef10ea43\" data-items=\"[&quot;600849552&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span>. Meskipun terus ada ketidakpastian mengenai hubungan antara AFCs dan <em>attention-deficit <\/em>\/ <em>hyperactivity disorder<\/em> (ADHD), keputusan kebijakan telah dibuat yang memiliki implikasi luas. Pengaruh AFC pada perilaku anak telah dipelajari selama lebih dari 35 tahun, dengan mengumpulkan bukti dari beberapa studi. <span id=\"85e4bc82-8f78-4428-92e6-ca171fd9d8f1\" data-items=\"[&quot;41432264&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 20 &#8211; 30 miligram pewarna sudah cukup untuk membuat beberapa anak merasa terikat.<\/span><\/strong> Beberapa makanan yang diuji mengandung sejumlah pewarna dalam dosis lebih dalam satu porsi. Pewarna sintetis ditemukan di banyak makanan, dan jumlah yang  dimakan bisa bertambah dengan cepat. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>Food and Drug Administration<\/em> (FDA) menetapkan batas jumlah pewarna buatan yang harus dikonsumsi seseorang sebesar 62 miligram pewarna per hari<\/span><\/strong>, dimana dosis ini 5x lipat dari dosis yang ditetapkan pada 60 tahun yang lalu.<span id=\"2231b723-468b-4771-80bd-840edc4fce6d\" data-items=\"[&quot;4225048109&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/obat-peningkat-nafsu-makan-anak-tradisional-dari-segi-pandangan-ahli-gizi\/\"><strong>Lebih Lanjut : Peningkat Nafsu Makan pada Anak dari Segi Pandang Ahli Gizi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi Warna <\/h2>\n\n\n\n<p>Agar lebih mudah diidentifikasi, AFC memiliki nama umum dan nomor resmi yang mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain. <em>International Numbering System<\/em> (INS) adalah standar dunia untuk mengklasifikasikan segala sesuatu yang terkait dengan makanan dan menggunakan angka 100 hingga 199 untuk  warna aditif (disetujui untuk digunakan atau tidak) dari <em>Codex Alimentarius<\/em> (<em>&#8220;Book of Food&#8221;<\/em>). Keamanan yang terdapat pada pewarna makanan buatan dan aditif makanan lainnya diatur oleh <em>Joint FAO \/ WHO Expert Committee on Food Additives ([JECFA]<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3212\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-683x1024.jpg 683w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-200x300.jpg 200w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-768x1152.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pexels-karolina-grabowska-4016512-1-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Uni Eropa (UE) menggunakan INS dan menambahkan awalan \u201cE\u201d (\u201cE\u201d untuk &#8220;Eropa&#8221;) untuk pewarna makanan alami dan sintetis yang disetujui oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa. Tidak seperti UE, di Amerika Serikat, FDA memisahkan warna yang diproduksi secara sintetis atau AFC, yang keamanannya diuji secara <em>batch<\/em> (&#8220;warna bersertifikat,&#8221; N = 9) dari warna yang berasal dari sumber alami di mana pengujian batch individual tidak diperlukan (&#8220;pengecualian dari sertifikasi, \u201dN = 29). <\/p>\n\n\n\n<p>Ada 7 warna makanan bersertifikat (&#8220;warna FD&amp;C&#8221;; FD&amp;C = Makanan, Obat &amp; Kosmetik) yang disetujui untuk digunakan secara luas di AS: biru cemerlang (Biru No. 1b), indigotine (Biru No. 2), hijau cepat (Hijau Tidak . 3), tartrazine (Kuning No. 5b), kuning matahari terbenam (Kuning No. 6b), eritrosin (Merah No. 3) dan merah allura (Merah No. 40b). Dua AFC lain disetujui untuk penggunaan terbatas khusus: merah jeruk (Jeruk Merah No. 2) (untuk mewarnai kulit jeruk) dan Oranye B (untuk mewarnai wadah sosis \/ weiner).<span id=\"81ec1a45-fff4-4fcf-9fe7-fbc307916187\" data-items=\"[&quot;41432264&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/07\/15\/pdf-standar-antropometri-anak-terbaru\/\"><strong>Baca : Standar Antropometri Anak [Terbaru]<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Efek Pewarna Makanan Buatan<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu kontroversi terkini di bidang AFC berkaitan dengan pengaruhnya AFC terhadap perilaku anak-anak. Meskipun gagasan bahwa alergi makanan atau hipersensitivitas menyebabkan masalah perilaku dan belajar sudah ada sejak tahun 1920-an . Pada tahun 1973, Dr. Benjamin Feingold &nbsp;mempresentasikan sebuah artikel pada pertemuan tahunan <em>American Medical Association<\/em>, yang mengatakan bahwa hiperaktif pediatrik dan masalah belajar disebabkan oleh makanan dan bahan tambahan makanan tertentu. Berdasarkan pengamatan klinisnya sendiri, dia percaya bahwa pasiennya sering sensitif terhadap makanan yang mengandung salisilat alami, AFCs, dan rasa, dan dia merancang diet (diet &#8220;Kaiser Permanente&#8221; atau &#8220;KP&#8221;) yang bebas dari zat ini. <span id=\"37f8a310-af56-4515-a77f-2986c11ba1bc\" data-items=\"[&quot;41432264&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Selama lebih dari 30 tahun, para peneliti telah meneliti terkait pengaruh pewarna sintetis dan bahan kimia lain pada perubahan perilaku pada anak-anak. Apakah pewarna makanan menyebabkan ADHD atau apakah keduanya hanya terkait itu adalah hal yang sulit. Diet saja mungkin bukan menjadi &nbsp;pendorong di balik gejala ADHD seperti kurangnya perhatian, hiperaktif, atau perilaku impulsif. Keputusan FDA dan beberapa studi terbaru &nbsp;menunjukkan bahwa zat tambahan makanan dapat menyebabkan gejala pada beberapa anak.<span id=\"59da77d0-d5a1-4642-b705-23624978efaf\" data-items=\"[&quot;217814390&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah studi  di Inggris menemukan bahwa anak prasekolah dan sekolah dasar menjadi sedikit lebih hiperaktif ketika mereka mengonsumsi minuman yang mengandung pewarna buatan. Dengan menggunakan kalkulasi kompleks dari &#8220;ukuran efek,&#8221; para peneliti memperkirakan bahwa zat aditif mungkin menjelaskan sekitar 10% perbedaan perilaku antara anak dengan ADHD dan anak tanpa gangguan. <span id=\"a0ab54e8-e23c-4647-b9c4-d32c8d689f59\" data-items=\"[&quot;217814390&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span> <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Studi lain dengan desain <em>Randomized Control Trial<\/em> (RCT) menyebutkan bahwa pewarna sintetis atau pengawet natrium benzoat (atau keduanya) dalam makanan menyebabkan peningkatan hiperaktif pada anak usia 3 tahun dan 8\/9 tahun pada populasi umum<\/span><\/strong>.<span id=\"ec96d87b-3486-430c-99f4-66606e4f635b\" data-items=\"[&quot;504385794&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Menghindari Pewarna Makanan Sintetis<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa cara untuk menghindari pewarna makanan buatan dengan pada diet dan ADHD antara lain :<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">1. Hindari pendekatan radikal<\/span>,<\/strong> Bagi kebanyakan anak dengan ADHD, tidak ada bukti bahwa diet radikal yang menghilangkan hampir semua makanan olahan \u00a0banyak yang mengadung \u00a0buah dan sayuran \u00a0seperti diet Feingold yang bermanfaat. Dan sedikit anak yang mungkin mendapat manfaat dari cara diet yang melarang makanan tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">2. Coba hilangkan beberapa makanan<\/span><\/strong>. Jika Anda merasa \u00a0khawatir tentang perubahan perilaku pada anak Anda, atau diri Anda sendiri, lakukan eksperimen sedikit. Coba hilangkan beberapa sumber makanan utama dari pewarna dan \u00a0aditif buatan dan lihat apakah gejalanya akan baik. Sumber utamanya adalah permen, <em>junk food<\/em>, sereal berwarna cerah, minuman buah, dan soda. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Utamakan pewarna makanan alami dari buah, sayur, dan rempah &#8211; rempah.<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3209\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/watermelon-846357_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>3.<\/strong> <strong>Ikuti diet gizi seimbang<\/strong><\/span>. Saran terbaik bagi siapa pun dengan ADHD adalah mengikuti pola makan yang teratur. Utamakan \u00a0pada buah,sayur, biji-bijian, lemak tak jenuh yang menyehatkan, dan protein yang rendah lemak. Hindari lemak jenuh dan lemak \u00a0yang tidak sehat, biasanya ditemukan dalam makanan cepat saji atau makanan siap saji.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">4.Tingkatkan aktivitas fisik<\/span><\/strong>. Aktivitas fisik sangat bagus untuk otak dan juga tubuh. Anak-anak (dan orang dewasa) mendapat manfaat ketika mereka punya waktu untuk berpartisipasi dalam olahraga, kesenian, atau hanya bermain \u00a0di luar atau di dalam rumah.<span id=\"8f520ea7-24b3-466b-bdd2-1f2b24c5c93c\" data-items=\"[&quot;217814390&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Artikel : <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/31\/membiasakan-konsumsi-sayur-buah-pada-anak-pra-sekolah\/\">Membiasakan Konsumsi Sayur Buah pada Anak Pra Sekolah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"600849552\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Kleinman RE, Brown RT, Cutter GR, DuPaul GJ, Clydesdale FM. A Research Model for Investigating the Effects of Artificial Food Colorings on Children With ADHD. <i>PEDIATRICS<\/i>. Published online May 16, 2011:e1575-e1584. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1542\/peds.2009-2206\">10.1542\/peds.2009-2206<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"41432264\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">arnold LE, lofthouse  nicholas, hurt  elizabeth. Artificial Food Colors and Attention-Deficit\/Hyperactivity Symptoms: Conclusions to Dye for. <i>US NATIONAL LIBRARY OF MEDICINE INSTITUTES OF HEALTH<\/i>. Published online 2012. doi:<a href=\"https:\/\/dx.doi.org\/10.1007%2Fs13311-012-0133-x\">https:\/\/dx.doi.org\/10.1007%2Fs13311-012-0133-x<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4225048109\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Crane C. DYE-LICIOUS CANDY? <i>Scholastic Math Magazine<\/i>. 2014;35(4):6-7.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"217814390\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">MILLER MC. FDA panel finds no link between artificial food colorings and hyperactivity in most children. Harvard Health Publishing . Published 2011. <a href=\"https:\/\/www.health.harvard.edu\/blog\/fda-panel-finds-no-link-between-artificial-food-colorings-and-hyperactivity-in-most-children-201104012184\">https:\/\/www.health.harvard.edu\/blog\/fda-panel-finds-no-link-between-artificial-food-colorings-and-hyperactivity-in-most-children-201104012184<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"504385794\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">McCann D, Barrett A, Cooper A, et al. Food additives and hyperactive behaviour in 3-year-old and 8\/9-year-old children in the community: a randomised, double-blinded, placebo-controlled trial. <i>The Lancet<\/i>. Published online November 2007:1560-1567. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/s0140-6736(07)61306-3\">10.1016\/s0140-6736(07)61306-3<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignwide\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-social-links has-large-icon-size is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Editor : Ayu Rahadiyanti<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggal 8 April diperingati sebagai Hari Balita Nasional. Konsumsi makanan berwarna pada anak balita tak lepas dari peran pewarna makanan<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":3207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[16,5,34,52],"tags":[63,268],"class_list":["post-2837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anak-sekolah-remaja","category-bayi-dan-balita","category-gizi-dalam-daur-kehidupan","category-teknologi-pangan","tag-anak","tag-pewarna-makanan-sintetis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-08T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"vinatalitha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"vinatalitha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"vinatalitha\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e\"},\"headline\":\"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK\",\"datePublished\":\"2021-04-08T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\"},\"wordCount\":1072,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg\",\"keywords\":[\"anak\",\"pewarna makanan sintetis\"],\"articleSection\":[\"Anak Sekolah &amp; Remaja\",\"Bayi dan Balita\",\"Gizi Daur Kehidupan\",\"Teknologi Pangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\",\"name\":\"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-08T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1279},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e\",\"name\":\"vinatalitha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"vinatalitha\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/vinatalitha\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID","description":"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID","og_description":"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-04-08T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1279,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"vinatalitha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"vinatalitha","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/"},"author":{"name":"vinatalitha","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e"},"headline":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK","datePublished":"2021-04-08T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/"},"wordCount":1072,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg","keywords":["anak","pewarna makanan sintetis"],"articleSection":["Anak Sekolah &amp; Remaja","Bayi dan Balita","Gizi Daur Kehidupan","Teknologi Pangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/","name":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg","datePublished":"2021-04-08T02:00:00+00:00","description":"Konsumsi makanan berwarna tak lepas dari peran pewarna makanan sintetis. Bagaimana efek pewarna sintetis bagi anak? Mari kita simak =)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/candy-2538878_1920.jpg","width":1920,"height":1279},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/04\/08\/efek-pewarna-makanan-sintetis-bagi-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"EFEK PEWARNA MAKANAN SINTETIS BAGI ANAK"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/bd987182f8e65146eeaca092491a9f8e","name":"vinatalitha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f92588f70e4253ed72b7a578ab119932280cfaaa28922da9ec7e809552dbecb?s=96&d=mm&r=g","caption":"vinatalitha"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/vinatalitha\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2837"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3218,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2837\/revisions\/3218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}