{"id":2144,"date":"2020-12-28T09:00:00","date_gmt":"2020-12-28T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=2144"},"modified":"2020-12-24T15:49:57","modified_gmt":"2020-12-24T08:49:57","slug":"stunted-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/","title":{"rendered":"Stunted pada Remaja"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p><em>Stunted <\/em>masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Remaja<\/h2>\n\n\n\n<p>Didefinisikan sebagai periode kehidupan antara Usia 11 sampai 21 tahun. Usia 13 sampai 15 tahun tergolong dalam periode remaja awal. Dalam periode ini, lebih mendalami perubahan biologis, emosional, sosial, dan kognitif dari anak \u2013 anak menuju ke dewasa. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Perkembangan fisiologis, emosional, dan kedewasaan kognitif dicapai pada periode remaja<\/span><\/strong>.<span id=\"0233b6c4-0071-43e1-a8f8-edde0cb3c58d\" data-items=\"[&quot;3085912495&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>Pubertal growth spurt<\/em> (percepatan pertumbuhan masa pubertas) terjadi pada periode remaja selama kurang lebih 3 tahun dan merupakan masa pertumbuhan tinggi yang cepat sebagai efek sinergi hormon seks dan hormon pertumbuhan<\/span><\/strong>. Cadangan jaringan adiposa juga meningkat. Peningkatan jaringan adiposa berbeda setiap jenis kelamin. Remaja putri lebih banyak menyimpan jaringan adiposa dibanding remaja putra. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Simpanan jaringan adiposa pada remaja putri cenderung menumpuk di dada dan pinggul, sedangkan pada remaja pria cenderung lebih sentral.<\/span><\/strong><span id=\"ce146ad0-1d8d-4cdf-a483-5f335e4dfc83\" data-items=\"[&quot;561517370&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Masa perkembangan pada remaja paling pesat di antara tahap-tahap perkembangan hidup manusia. Selain perubahan-perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan psikologis. Perkembangan jiwa pada masa remaja juga semakin mantap. Pada akhir masa remaja, jiwanya sudah tidak mudah terpengaruh serta sudah mampu memilih dan menyeleksi hal yang baik dan hal buruk. Remaja juga sudah mulai belajar bertanggung jawab pada dirinya, keluarga, dan lingkungannya. Remaja mulai sadar akan dirinya sendiri dan tidak mau diperlakukan seperti anak-anak lagi.<span id=\"79ee3ecc-4523-476d-8d2f-5b9c950e40b2\" data-items=\"[&quot;561517370&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca : <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\">Gizi pada Remaja<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Indikator Stunted<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Stunted <\/em>yang terjadi di usia remaja dapat menjadi indikator bahwa pada masa anak-anak, remaja tersebut mengalami kekurangan gizi karena biasanya anak <em>stunted<\/em> akan menjadi remaja atau dewasa <em>stunted<\/em>.&nbsp;<span id=\"e759d976-84bc-424e-839b-b9e5ce752b17\" data-items=\"[&quot;2302037269&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span> <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>Stunting<\/em> adalah salah satu bentuk dari kekurangan gizi kronis<\/span><\/strong> yang merupakan masalah gizi terbesar, terutama di negara yang sedang berkembang. <em>Stunted<\/em> didefinisikan rendahnya <em>Z-score<\/em> tinggi\/panjang badan terhadap usia (TB\/U).<span id=\"e13ef9ec-d6cd-468c-be44-29f55514e344\" data-items=\"[&quot;5201544&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span> Berdasarkan <em>cut off point<\/em> dari <em>World Health Organization <\/em>(WHO) 2005, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">remaja dikatakan <em>stunted<\/em> apabila <em>Z-score<\/em> TB\/U &lt; -2 SD<\/span><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Stunted pada Remaja<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Stunted<\/em> merupakan satu dari dua indikasi yang penting untuk mengukur kesejahteraan anak yang digunakan di seluruh dunia. Penyebab dan etiologi dari <em>stunted<\/em> masih belum banyak diketahui dibandingkan waktu terjadinya dan dampaknya, namun telah diketahui mekanisme terjadinya <em>stunted<\/em>. <em>Stunted<\/em> tidak hanya terjadi secara luas di lingkungan miskin, tetapi dapat juga terjadi di lingkungan menengah ke atas. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Proses terjadinya <em>stunted<\/em> dapat terjadi dikarenakan pemenuhan zat gizi makro maupun mikro terutama seng yang tidak optimal atau mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama di masa kehamilan maupun di masa sebelum usia dua tahun.<span id=\"cd5e39fe-f568-42ee-98a5-d5182c5c7d6f\" data-items=\"[&quot;2302037269&quot;,&quot;1206584060&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3,5\u200b<\/sup><\/span> Deplesi seng tingkat ringan pada masa kehamilan sangat erat kaitan\u00adnya dengan gangguan pertumbuhan janin.<span id=\"fd0c8d6c-a815-4fc4-b3ee-8d038adb04a5\" data-items=\"[&quot;2454635332&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa penyebab lainnya yang mungkin menyebabkan <em>stunted<\/em> pada remaja adalah faktor genetik orang tua. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Faktor genetik dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita yang tinggal di daerah pedesaan maupun di perkotaan.<\/span><\/strong> Apabila salah satu atau kedua orang tua yang pendek akibat kondisi patologis dan memiliki gen dalam kromosom yang membawa sifat pendek maka dapat mengakibatkan anak balita akan mewarisi gen tersebut dan tumbuh menjadi pendek atau stunting.<span id=\"a2b85b3f-a8c9-419f-9b7b-5c92ca6ca4fd\" data-items=\"[&quot;1748017952&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span> Selain itu <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">status gizi ibu kurang pada masa konsepsi, malnutrisi <em>intrauterine<\/em> yang tidak diberikan<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/05\/pola-diet-ibu-mempengaruhi-kandungan-asam-lemak-asi\/\"> ASI<\/a> eksklusif, pemberian <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/07\/23\/ahli-gizi-talk-004-mpasi-harus-tepat-guna-optimalkan-tumbuh-kembang-anak\/\">MP-ASI <\/a>yang terlambat, MP-ASI yang diberikan kurang dari segi kualitas maupun kuantitas, pemberian susu sapi yang tidak difortifikasi, penyerapan zat gizi yang tidak maksimal dikarenakan infeksi atau parasit pada usus, konsumsi produk hewani yang rendah, peningkatan konsumsi makanan olahan, faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi juga dapat menyebabkan <em>stunted<\/em>.<span id=\"5c917c32-4d17-4dbd-8e9d-8d9e28cf8582\" data-items=\"[&quot;2595335053&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lebih Lanjut : <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/16\/penurunan-stunting-melalui-1000-hari-pertama-kehidupan-hpk\/\">1000 HPK<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Stunted pada Remaja<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Salah satu dampak jika seorang anak kekurangan gizi kronis yaitu terjadinya penurunan kecepatan pertumbuhan atau gangguan pertumbuhan linear sehingga anak gagal dalam mencapai potensi tinggi badan yang mengakibatkan anak menjadi <em>stunted<\/em><\/span><\/strong>. Salah satu zat mikronutrien yang berpengaruh pada pertumbuhan anak adalah seng. <em>Stunted<\/em> juga merupakan manifestasi dari defisiensi seng. Prevalensi defisiensi serum seng lebih tinggi pada anak yang <em>stunted <\/em>dibandingkan dengan anak yang tidak <em>stunted<\/em>. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi defisiensi seng berkorelasi dengan rendahnya <em>Z-Score <\/em>TB\/U. Pada umumnya apabila seseorang memiliki <em>Z-score<\/em> TB\/U &lt; -2 SD akan berisiko memiliki kadar serum seng yang rendah juga.<span id=\"c3a0380f-bf66-4022-8778-89d042ef2018\" data-items=\"[&quot;2677389413&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Kejadian <em>stunted<\/em> pada remaja memerlukan perhatian, karena apabila tidak teratasi akan berdampak pada penurunan kemampuan intelektual, gangguan fungsi imun, gangguan metabolisme, berkurangnya ukuran tubuh pada saat dewasa yang berkaitan dengan penurunan kapasitas kerja, meningkatkan stress oksidatif dan kerusakan sel dikarenakan produksi <em>reactive oxygen species<\/em> (ROS) yang berlebihan, berkurangnya antioksidan, atau kombinasi dari keduanya serta peningkatan risiko penyakit degeneratif seperti jantung, <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/17\/pengaturan-indeks-glikemik-beban-glikemik-dan-penghitungan-karbohidrat-pada-diabetes-mellitus\/\">diabetes melitus<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/diet-hipertensi-darah-tinggi-dash-diet\/\">hipertensi<\/a> di masa mendatang karena berisiko mengalami obesitas.<sup>.<\/sup><span id=\"93ae3721-9248-440f-9330-ac7200cd2c75\" data-items=\"[&quot;2302037269&quot;,&quot;1206584060&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3,5\u200b<\/sup><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3085912495\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Brown J. <i>Nutrition Through the Life Cycle<\/i>. 4th ed. Wadsworth Cengange Learning; 2011.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"561517370\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">More  J. <i>Gizi Bayi, Anak, Dan Remaja <\/i>. 1st ed. (Soetjipto S, ed.).  Pustaka Pelajar; 2014.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2302037269\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Branca F, Ferrari M. Impact of micronutrient deficiencies on growth: the stunting syndrome. <i>Ann Nutr Metab<\/i>. 2002;46 Suppl 1:8-17. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000066397\">10.1159\/000066397<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"5201544\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Rachmi CN, Agho KE, Li M, Baur LA. Are stunted young Indonesian children more likely to be overweight, thin, or have high blood pressure in adolescence? <i>Int J Public Health<\/i>. Published online October 4, 2016:153-162. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00038-016-0905-x\">10.1007\/s00038-016-0905-x<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1206584060\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Gibson R, Manger M, Krittaphol W, et al. Does zinc deficiency play a role in stunting among primary school children in NE Thailand? <i>Br J Nutr<\/i>. 2007;97(1):167-175. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1017\/S0007114507250445\">10.1017\/S0007114507250445<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2454635332\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Christian P, Stewart C. Maternal micronutrient deficiency, fetal development, and the risk of chronic disease. <i>J Nutr<\/i>. 2010;140(3):437-445. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3945\/jn.109.116327\">10.3945\/jn.109.116327<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1748017952\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Aridiyah  F, Rohmawati  N, Ririanty M. Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita di Pedesaan dan Perkotaan . <i>Jurnal Pustaka Kesehatan<\/i>. 2015;3(1):163-70.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2595335053\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Sawaya A, Martins P, Grillo L, Flor\u00eancio T. Long-term effects of early malnutrition on body weight regulation. <i>Nutr Rev<\/i>. 2004;62(7 Pt 2):S127-33. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/j.1753-4887.2004.tb00082.x\">10.1111\/j.1753-4887.2004.tb00082.x<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2677389413\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">9. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Engle-Stone R, Ndjebayi A, Nankap  M, Killilea D, Brown  K. Stunting Prevalence, Plasma Zinc Concentrations, and Dietary Zinc Intakes in a Nationally Representative Sample Suggest a High Risk of Zinc Deficiency among Women and Young Children in Cameroon. <i>The Journal of Nutrition<\/i>. 2014;144(3):382\u201391.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-style-default is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":2151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[16,34],"tags":[186],"class_list":["post-2144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anak-sekolah-remaja","category-gizi-dalam-daur-kehidupan","tag-stunted-remaja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-28T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Stunted pada Remaja\",\"datePublished\":\"2020-12-28T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\"},\"wordCount\":939,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png\",\"keywords\":[\"stunted remaja\"],\"articleSection\":[\"Anak Sekolah &amp; Remaja\",\"Gizi Daur Kehidupan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\",\"name\":\"Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png\",\"datePublished\":\"2020-12-28T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png\",\"width\":1920,\"height\":1536},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stunted pada Remaja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID","description":"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID","og_description":"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2020-12-28T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1536,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png","type":"image\/png"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Stunted pada Remaja","datePublished":"2020-12-28T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/"},"wordCount":939,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png","keywords":["stunted remaja"],"articleSection":["Anak Sekolah &amp; Remaja","Gizi Daur Kehidupan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/","name":"Stunted pada Remaja - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png","datePublished":"2020-12-28T02:00:00+00:00","description":"Stunted masih banyak terjadi di usia remaja. Apa faktor penyebabnya serta dampaknya bagi remaja? Mari kita simak pada artikel ini =)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/boy-running-2356318_1920.png","width":1920,"height":1536},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/28\/stunted-pada-remaja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stunted pada Remaja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2144"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2301,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2144\/revisions\/2301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}