{"id":1316,"date":"2020-10-05T09:00:23","date_gmt":"2020-10-05T02:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=1316"},"modified":"2020-10-05T09:22:18","modified_gmt":"2020-10-05T02:22:18","slug":"persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Bagaimana preferensi rasa pada bayi? Apakah bayi lebih menyukai rasa manis,pahit, asam, asin, atau gurih? Mari kita simak bersama. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persepsi Rasa dan Aroma<\/h2>\n\n\n\n<p>Rasa adalah penentu kuat perilaku konsumtif manusia. Studi perilaku dengan menggunakan berbagai teknik menunjukkan bahwa perkembangan rasa pada trimester terakhir kehamilan mampu mendeteksi dan mengkomunikasikan informasi ke struktur sistem saraf pusat yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan perilaku afektif. Demikian pula, olfaktorius dan sel-sel reseptor berfungsi pada trimester terakhir. Mengingat perkembangan prenatal yang luas dari sistem kemosensori tidak mengherankan bahwa bayi baru lahir sensitif dan responsif terhadap bau, rasa, dan perangsang rasa saat lahir.<span id=\"7f75fe25-80d1-416d-a397-b18adb9d236b\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Respons terhadap Rasa Manis dan Pahit<\/h2>\n\n\n\n<p>Preferensi untuk rasa dasar adalah penentu utama pilihan makanan anak-anak dan pola penerimaan. Anak-anak hidup di dunia sensorik mereka sendiri, dengan kepekaan dan preferensi mereka untuk selera berubah sepanjang masa kecil.<span id=\"2a672229-6434-40a8-adf1-14523b75c79e\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Penelitian telah mengungkapkan bahwa bayi yang baru lahir dapat membedakan dan merespon secara berbeda terhadap rasa dasar dengan memancarkan kombinasi respons konsumatif dan refleksif, seperti ekspresi wajah yang mencerminkan reaksi hedonis atau ketidaksukaan.<span id=\"0e2e83a9-bc0c-4e88-9205-07ea9c7bee85\" data-items=\"[&quot;464344509&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"621\" height=\"237\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/image-22.png\" alt=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/28903110\/\" class=\"wp-image-1321\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/image-22.png 621w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/image-22-300x114.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 621px) 100vw, 621px\" \/><figcaption>Respons orofasial bayi baru lahir terhadap rasa manis sukrosa 0,73 M (kiri) dan rasa pahit 0,003 M kuinin (kanan) sekitar 2 jam setelah lahir, sebelum pemberian makanan pasca kelahiran.<span id=\"acc095b9-8fd1-4d53-ac75-abe8a9dde152\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Rasa yang enak, seperti sukrosa,  menimbulkan reaksi selera. Mencicipi sukrosa memunculkan relaksasi wajah, gerakan mengisap, dan kadang-kadang tersenyum pada bayi baru lahir<\/span><\/strong>. <\/pre>\n\n\n\n<p>Penelitian  menunjukkan bahwa bayi lebih suka mengkonsumsi larutan rasa manis. Untuk bayi,  laktosa yang ditemukan dalam ASI juga dapat dimetabolisme untuk menyediakan energi glukosa. Pengalaman awal ini dapat mempersiapkan bayi baru lahir untuk mendeteksi dan menerima rasa dasar manis yang ditemukan dalam ASI, yang berkontribusi pada kelangsungan hidup mereka.<span id=\"8138992c-38bf-4934-aa8b-1da950f3436b\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Preferensi untuk rasa manis tetap tinggi sepanjang masa kanak-kanak dan menurun selama remaja akhir.<span id=\"4f6d948f-f7b9-4543-bfcf-771a32b870fa\" data-items=\"[&quot;464344509&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Preferensi rasa pahit tampaknya tidak disukai oleh bayi saat lahir<\/span><\/strong>. Mereka menganga ketika larutan kina pahit ditempatkan di lidah. Sensitivitas terhadap kelas rasa pahit seperti ini dapat berkontribusi terhadap berkurangnya penerimaan sayuran selama masa kanak-kanak.<span id=\"b77a714d-12ce-4e24-be92-734d49c6a9ec\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Tes konsumsi menunjukkan bahwa penolakan konsentrasi pahit rendah hingga sedang, tidak terbukti sampai minggu ke-2 kehidupan. Meskipun reaksi awal terhadap rasa pahit negatif, untuk beberapa anak, respons ini berubah pada usia 18 bulan. Penolakan rasa pahit dan asam diduga menghambat konsumsi zat-zat berbahaya seperti racun, banyak di antaranya pahit.<span id=\"ca4b14d8-9017-4a8d-84f3-71d6dc14eae3\" data-items=\"[&quot;464344509&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Bayi baru lahir merespons dengan ketidakpedulian terhadap rasa asin<\/span><\/strong>. Kemampuan untuk mendeteksi dan merespons garam terjadi antara usia 2 dan 6 bulan yang kemungkinan merupakan akibat dari maturasi mekanisme pendeteksian garam setelah kelahiran.<span id=\"06bc918d-9b28-4752-8809-c56286a0d105\" data-items=\"[&quot;464344509&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tw-target-text\">Pembelajaran Sensorik:Kisah Pahit-Manis<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan sejarah evolusi, dikatakan bahwa persepsi dan preferensi makanan tersebut sebagian besar terbentuk oleh ekologi dari nenek moyang kita untuk beradaptasi dengan lingkungan tertentu yang menyediakan beberapa jenis makanan, sehingga selera manusia terhadap rasa berubah, yang berlanjut hingga ke tingkat gen. Preferensi terhadap rasa manis tersebut diperkirakan telah menarik kita kepada konsumsi gula sebagai penyedia energi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.<span id=\"0d9057f0-6a1c-41fc-815c-6acb73c27a31\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini perubahan pola makan telah terjadi secara signifikan, termasuk meningkatnya jumlah restoran cepat saji, serta tersedianya pilihan makanan dengan harga yang murah dan padat energi. Perubahan ini disebabkan salah satunya oleh peran strategi marketing yang menyasar preferensi bawaan pada anak terhadap rasa manis. Preferensi terhadap rasa manis tersebut dapat diperoleh dengan mudah melalui paparan rasa manis yang diberikan pada usia dini.<\/p>\n\n\n\n<p> Apabila preferensi anak terhadap rasa manis dapat ditingkatkan, maka<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> preferensi anak terhadap makanan sehat juga dapat meningkat apabila diberikan paparan rasa makanan sehat tersebut pada usia dini<\/span><\/strong>.Pengenalan rasa dari makanan sehat yang dimulai sebelum bayi lahir dan dilanjutkan selama masa perkembangannya dan dilakukan secara berulang dan bervariasi, dapat meningkatkan penerimaan dan konsumsi makanan tersebut pada periode usia setelahnya.<span id=\"8be9eaa3-8ec4-4f86-b9dc-41f0eee83e94\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cairan Amnion dan ASI<\/h2>\n\n\n\n<p>Selama perkembangan janin, bayi sudah peka terhadap profil rasa yang berubah-ubah, yaitu sejak trimester ketiga, reseptor perasa dan penciuman bayi telah berfungsi dengan baik. Selama berada di kandungan, diketahui bahwa bayi menelan air ketuban sekitar 500-1.000 mL per harinya. Setelah bayi itu lahir, ia akan terpapar dengan makanan yang umumnya berbasis susu, seperti ASI dan\/atau susu formula.<span id=\"419c46ff-eaf3-4d39-a4ec-051fe41a65a8\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/05\/pola-diet-ibu-mempengaruhi-kandungan-asam-lemak-asi\/\">Rasa pada ASI, termasuk air ketuban mampu merefleksikan asupan makanan dari ibu.<\/a><span id=\"331ba4c1-6d57-4f1d-b00e-133a52c7ec0a\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengkonsumsi jus wortel selama 3 minggu berturut-turut pada trimester terakhir kehamilan atau selama menyusui menunjukkan bayi yang lebih menyukai wortel daripada kelompok kontrol yang membatasi konsumsi wortelnya. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif dengan konsumsi buah dan sayur secara teratur memperlihatkan bayi yang lebih menyukai buah dan sayur daripada kelompok kontrol yang tidak menerima ASI, melainkan hanya susu formula. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Anak-anak yang mendapatkan ASI juga lebih dapat menerima terhadap makanan baru dan cenderung tidak memilah milih makanan ketika bertambah dewasa, terutama jika ibu mereka konsumsi makanan yang bervariasi<\/span><\/strong>.<span id=\"d441dd5a-2464-4d5e-8d53-234e5819774c\" data-items=\"[&quot;3035370833&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Susu Formula<\/h2>\n\n\n\n<p>Pengalaman paparan rasa awal bayi yang diberi susu formula sangat berbeda dengan bayi yang diberi ASI. <span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>Anak-anak yang diberi susu formula  tidak mendapatkan manfaat dari profil rasa ASI yang selalu berubah<\/strong><\/span>. Variasi rasa mereka lebih monoton dan tidak memiliki variasi dari asupan makanan ibu. Meskipun kurang variasi, tetapi terdapat perbedaan rasa dalam berbagai jenis dan merek susu formula karena perbedaan pada komposisi dan pemrosesan.<span id=\"b0312e40-1d1a-444e-8260-d07ff745865f\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;,&quot;837706537&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1,4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Susu formula berbasis sapi (CMF) menggambarkan tingkat rasa manis yang rendah dengan karakteristik asam seperti sereal, sedangkan formula berbasis protein kedelai memiliki rasa yang manis, asam, dan pahit. Susu formula hidrolisat ekstensif (ePHF)  digunakan pada anak yang tidak dapat mentoleransi protein secara utuh atau alergi susu sapi. ePHF mengandung asam amino bebas yang tinggi sehingga memberikan profil rasa gurih, pahit, dan asam, serta volatile bau yang kurang sedap.<span id=\"4e0f1793-d42b-4278-8c95-28837c52eb5f\" data-items=\"[&quot;2278076565&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Bayi mengembangkan preferensi rasa yang mencerminkan jenis formula yang dikonsumsi. Bayi yang diberi ePHF menunjukkan ekspresi yang lebih sedikit terhadap ketidaksukaan makanan dengan rasa pahit, asam, dan gurih saat menyusui dibandingkan yang diberikan CMF. Penelitian menunjukkan  bahwa penerimaan makanan bayi pada saat proses penyapihan berhubungan dengan aroma dan selera rasa yang diterima bayi selama pemberian susu formula yang bergantung pada jenis dan merek susu formula yang diberikan.<span id=\"8c2b6d31-d6f7-4b2f-86b3-8ca71da3353a\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;,&quot;837706537&quot;,&quot;2278076565&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1,4,5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/07\/23\/ahli-gizi-talk-004-mpasi-harus-tepat-guna-optimalkan-tumbuh-kembang-anak\/\">Makanan Pendamping ASI (MPASI)<\/a><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut pedoman WHO, masa pengenalan makanan pada bayi juga harus memerhatikan kandungan gizinya karena berpengaruh pada prefensi makanan di masa depan. Salah satu contohnya adalah harus menghindari makanan dan minuman yang tinggi gula karena akan menyebabkan anak akan lebih memilih makanan dan minuman manis serta menurunkan minat anak terhadap makanan yang lebih bergizi. Oleh karena itu, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">orang tua atau pengasuh harus melatih tingkat penerimaan anak terhadap berbagai jenis makanan yang bergizi sejak masa pemberian MP-ASI agar kedepannya anak tidak memiliki masalah dalam mengnsumsi makanan bergizi<\/span><\/strong>.<span id=\"d43c5b78-99e7-4827-96f8-03efc3445c6d\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;,&quot;464344509&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1,2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920-1024x683.jpg\" alt=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/anak-anak-anak-makanan-sehat-1566470\/\" class=\"wp-image-1332\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/child-1566470_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/anak-anak-anak-makanan-sehat-1566470\/<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Memberikan berbagai macam tekstur dan flavor pada bayi dapat meningkatkan kemauan bayi dalam mengonsumsi <em>novel foods<\/em>, yaitu makanan yang sama sekali belum pernah ia konsumsi. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Beberapa studi menunjukkan bahwa anak memerlukan 8-10 kali eksposur dari suatu rasa untuk dapat meningkatkan tingkat penerimaan rasa tersebut<\/span><\/strong>.<span id=\"5e9a55e1-8d00-47a8-8473-e4bacb38d465\" data-items=\"[&quot;3666351236&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Orang tua memegang peranan penting untuk mengenalkan preferensi rasa dan aroma pada bayi terutama terkait pengenalan makanan sehat agar ke depannya anak tidak mengalami masalah terkait konsumsi makanan bergizi. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3666351236\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Forestell CA. Flavor Perception and Preference Development in Human Infants. <i>Ann Nutr Metab<\/i>. Published online 2017:17-25. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000478759\">10.1159\/000478759<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"464344509\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Forestell CA. The Development of Flavor Perception and Acceptance: The Roles of Nature and Nurture. In: <i>Preventive Aspects of Early Nutrition<\/i>. S. Karger AG; :135-143. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000439504\">10.1159\/000439504<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3035370833\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Mennella JA, Jagnow CP, Beauchamp GK. Prenatal and Postnatal Flavor Learning by Human Infants. <i>PEDIATRICS<\/i>. Published online June 1, 2001:e88-e88. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1542\/peds.107.6.e88\">10.1542\/peds.107.6.e88<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"837706537\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">De Cosmi V, Scaglioni S, Agostoni C. Early Taste Experiences and Later Food Choices. <i>Nutrients<\/i>. Published online February 4, 2017:107. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/nu9020107\">10.3390\/nu9020107<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2278076565\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Dunn RL, Lessen R. The Influence of Human Milk on Flavor and Food Preferences. <i>Curr Nutr Rep<\/i>. Published online May 5, 2017:134-140. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s13668-017-0200-3\">10.1007\/s13668-017-0200-3<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-wordpress  wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/wordpress.org\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12.158,12.786L9.46,20.625c0.806,0.237,1.657,0.366,2.54,0.366c1.047,0,2.051-0.181,2.986-0.51 c-0.024-0.038-0.046-0.079-0.065-0.124L12.158,12.786z M3.009,12c0,3.559,2.068,6.634,5.067,8.092L3.788,8.341 C3.289,9.459,3.009,10.696,3.009,12z M18.069,11.546c0-1.112-0.399-1.881-0.741-2.48c-0.456-0.741-0.883-1.368-0.883-2.109 c0-0.826,0.627-1.596,1.51-1.596c0.04,0,0.078,0.005,0.116,0.007C16.472,3.904,14.34,3.009,12,3.009 c-3.141,0-5.904,1.612-7.512,4.052c0.211,0.007,0.41,0.011,0.579,0.011c0.94,0,2.396-0.114,2.396-0.114 C7.947,6.93,8.004,7.642,7.52,7.699c0,0-0.487,0.057-1.029,0.085l3.274,9.739l1.968-5.901l-1.401-3.838 C9.848,7.756,9.389,7.699,9.389,7.699C8.904,7.67,8.961,6.93,9.446,6.958c0,0,1.484,0.114,2.368,0.114 c0.94,0,2.397-0.114,2.397-0.114c0.485-0.028,0.542,0.684,0.057,0.741c0,0-0.488,0.057-1.029,0.085l3.249,9.665l0.897-2.996 C17.841,13.284,18.069,12.316,18.069,11.546z M19.889,7.686c0.039,0.286,0.06,0.593,0.06,0.924c0,0.912-0.171,1.938-0.684,3.22 l-2.746,7.94c2.673-1.558,4.47-4.454,4.47-7.771C20.991,10.436,20.591,8.967,19.889,7.686z M12,22C6.486,22,2,17.514,2,12 C2,6.486,6.486,2,12,2c5.514,0,10,4.486,10,10C22,17.514,17.514,22,12,22z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">WordPress<\/span><\/a><\/li>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-wordpress  wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/wordpress.org\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12.158,12.786L9.46,20.625c0.806,0.237,1.657,0.366,2.54,0.366c1.047,0,2.051-0.181,2.986-0.51 c-0.024-0.038-0.046-0.079-0.065-0.124L12.158,12.786z M3.009,12c0,3.559,2.068,6.634,5.067,8.092L3.788,8.341 C3.289,9.459,3.009,10.696,3.009,12z M18.069,11.546c0-1.112-0.399-1.881-0.741-2.48c-0.456-0.741-0.883-1.368-0.883-2.109 c0-0.826,0.627-1.596,1.51-1.596c0.04,0,0.078,0.005,0.116,0.007C16.472,3.904,14.34,3.009,12,3.009 c-3.141,0-5.904,1.612-7.512,4.052c0.211,0.007,0.41,0.011,0.579,0.011c0.94,0,2.396-0.114,2.396-0.114 C7.947,6.93,8.004,7.642,7.52,7.699c0,0-0.487,0.057-1.029,0.085l3.274,9.739l1.968-5.901l-1.401-3.838 C9.848,7.756,9.389,7.699,9.389,7.699C8.904,7.67,8.961,6.93,9.446,6.958c0,0,1.484,0.114,2.368,0.114 c0.94,0,2.397-0.114,2.397-0.114c0.485-0.028,0.542,0.684,0.057,0.741c0,0-0.488,0.057-1.029,0.085l3.249,9.665l0.897-2.996 C17.841,13.284,18.069,12.316,18.069,11.546z M19.889,7.686c0.039,0.286,0.06,0.593,0.06,0.924c0,0.912-0.171,1.938-0.684,3.22 l-2.746,7.94c2.673-1.558,4.47-4.454,4.47-7.771C20.991,10.436,20.591,8.967,19.889,7.686z M12,22C6.486,22,2,17.514,2,12 C2,6.486,6.486,2,12,2c5.514,0,10,4.486,10,10C22,17.514,17.514,22,12,22z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">WordPress<\/span><\/a><\/li>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana preferensi rasa pada bayi? Apakah bayi lebih menyukai rasa manis,pahit, asam, asin, atau gurih? Mari kita simak bersama. Persepsi<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":1333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[5],"tags":[117,74,116],"class_list":["post-1316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi-dan-balita","tag-asi-eksklusif","tag-mpasi","tag-preferensi-rasa-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-05T02:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-05T02:22:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi\",\"datePublished\":\"2020-10-05T02:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-05T02:22:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\"},\"wordCount\":1216,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg\",\"keywords\":[\"ASI eksklusif\",\"MPASI\",\"preferensi rasa bayi\"],\"articleSection\":[\"Bayi dan Balita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\",\"name\":\"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2020-10-05T02:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-05T02:22:18+00:00\",\"description\":\"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg\",\"width\":1280,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID","description":"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID","og_description":"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2020-10-05T02:00:23+00:00","article_modified_time":"2020-10-05T02:22:18+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1920,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi","datePublished":"2020-10-05T02:00:23+00:00","dateModified":"2020-10-05T02:22:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/"},"wordCount":1216,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg","keywords":["ASI eksklusif","MPASI","preferensi rasa bayi"],"articleSection":["Bayi dan Balita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/","name":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg","datePublished":"2020-10-05T02:00:23+00:00","dateModified":"2020-10-05T02:22:18+00:00","description":"Bagaimana preferensi rasa bayi? Apakah lebih menyukai rasa manis atau pahit? Orang tua berperan penting untuk mengenalkan rasa pada bayi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/baby-84686_1920.jpg","width":1280,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/05\/persepsi-dan-preferensi-rasa-pada-bayi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persepsi dan Preferensi Rasa pada Bayi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1316"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1448,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions\/1448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}