Uncategorized

Pemanfaatan Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) sebagai Bahan Pengolahan Pangan

Penulis : Dian Yuni Pratiwi (Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran)

Perna viridis atau yang biasa dikenal dengan kerang hijau merupakan kerang yang terdistribusi luas di Indonesia. Distribusi kerang ini mulai dari Sumatera di Selat Malaka, Selat Lampung, Selat Sunda, Teluk Lada, Teluk Jakarta, Laut Jawa, Samudera Hindia, Perairan pesisir Nusa Tenggara, Selat Makassar, hingga Teluk Ambon (Noor et al., 2019). Budidaya yang cukup mudah serta harganya yang murah membuat hewan ini menjadi komoditas untuk dikonsumsi. Namun, cangkangnya banyak terbuang dan menjadi limbah. Berdasarkan beberapa penelitian, cangkang kerang hijau memiliki kandungan kalsium yang tinggi dan masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Sumber: https://unsplash.com/ (Farhad Ibrahimzade)

Pengolahan cangkang kerang hijau dilakukan dengan menjemur cangkang, lalu dipotong-potong, dan ditumbuk. Setelah itu, cangkang direndam dengan NaOh 0,1 N, dipanaskan pada suhu 50℃ selama 1 jam, dicuci dengan air mengalir, dan kemudian dikeringkan dalam oven 100℃ selama 15 menit. Setelah kering, tepung cangkang diayak sampai mendapatkan tepung yang sangat halus. Tepung cangkang kerang hijau ini dapat ditambahkan pada beberapa olahan pangan untuk menambah nilai kalsium seperti kerupuk, es krim, dan roti tawar. Berikut cara pengolahan makanan dengan penambahan tepung cangkang hijau.

Es Krim

Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan es krim yaitu susu kental manis, susu bubuk, gula pasir, tepung maizena, penambah rasa, SP, dan  5-10% tepung cangkang kerang hijau dari total semua bahan. Semua bahan kecuali SP dan penambah rasa dicampur, lalu didihkan, dan dibekukan. Setelah beku, bahan dimixer dengan penambahan SP dan penambah rasa hingga mengembang. Setelah itu, adonan dibekukan kembali.

Kerupuk

Bahan-bahan pembuatan kerupuk ini sama dengan bahan pada umumnya yaitu tepung tapioca, lalu penambahan daging kerang dan tepung cangkang kerang hijau sebanyak 5% sebagai sumber kalsium, air, bawang putih, dan merica. Semua bahan dicampur, lalu dibentuk menjadi bulat panjang. Adonan kemudian dikukus selama 1 jam, didinginkan, diiris tipis, lalu dijemur. Setelah benar-benar kering, kerupuk siap untuk digoreng.

Roti Tawar

Bahan-bahan untuk membuat roti tawar yaitu 7% tepung cangkang kerang hijau dari total semua bahan, tepung terigu, air dingin, ragi, garam, gula, susu, dan mentega putih. Semua bahan dicampurkan, diuleni sampai kalis, lalu biarkan sampai 10 menit. Setelah itu, adonan dipipihkan dan dibiarkan kembali selama 15 menit. Uleni kembali adonan sampai benar-benar kalis. Adonan dimasukkan ke cetakkan yang telah dioles dengan mentega, lalu diamkan selama 60 menit sampai mengembang. Setelah mengembang, roti siap dipanggang.

Itulah beberapa olahan pangan yang bisa dibuat dari tepung cangkang kerang hijau. Dengan penambahan tepung ini, kandungan kalsium dalam makanan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan tanpa penambahan tepung cangkang kerang hijau. Selamat mencoba!

Referensi

Abidin, H., Darmanto, Y.S., Peng, R.J. (2016). Fortifikasi Berbagai Jenis Tepung Cangkang Kerang Pada Proses Pembuatan Roti Tawar. J. Peng. & Biotek, 5 (2).

Chanm K.Y., Gao, Q.F., YIP, K.M., Wong, W.H., Shin, P.K.S., Cheung, S.G. (2004). Lipid Content And Fatty Acid Composition In The Green-Lipped Mussel Perna Vixidis (L.) Journal of Food Lipids 11, 123-130. Noorm N.M., Nursyam, H., Widodo, M.S., Risjani, Y. (2019). Biological aspects of green mussels Perna viridis cultivated on raft culture in Pasaran coastal waters, Indonesia. AACL Bioflux, 12 (2).

AhliGiziID

informasi gizi berbasis fakta ilmiah

Recent Posts

Beras Porang Lebih Cocok untuk Diet? Ini Perbandingannya dengan Beras Biasa

Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…

23 hours ago

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

6 days ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

2 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

4 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago