Kesehatan dan Gizi lainnya

Manfaat Daun Kelor (Moringa oleifera)

Apa saja manfaat daun kelor? Mari kita simak pada artikel berikut.

Daun Kelor

Tanaman Moringa oleifera merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Moringa oleifera adalah tanaman silangan yang termasuk dalam famili Moringaceae (1). Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan yang diakui memiliki banyak kegunaan secara nasional dan internasional. Di Indonesia tanaman kelor ini digunakan untuk pemenuhan pangan, obat-obatan, bahan kosmetik dan ritual adat budaya (2).

Bagian tumbuhan kelor yang sering dimanfaatkan di Indonesia adalah bagian daun. Daun kelor biasanya digunakan untuk makanan, obat tradisional, dan bahan ritual adat. Salah satu pemanfaatan daun kelor untuk pengobatan penyakit kuning yaitu dengan meminum ramuan daun kelor yang ditumbuk halus, ditambah air kelapa, disaring, dan ditambahkan madu. Tercatat bahwa daun kelor mengandung vitamin A lebih banyak dari wortel, lebih banyak mengandung kalsium dari susu, lebih banyak zat besi dari bayam, lebih banyak vitamin C dari jeruk dan lebih banyak potassium dari pisang (2).

Manfaat

Moringa oleifera (kelor) kaya akan β karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol dan merupakan sumber antioksidan alami yang baik. Saat ini, Moringa oleifera dilaporkan meningkatkan berbagai fungsi biologis termasuk fungsi anti inflamasi, antikanker, hepatoprotektif, dan neuroprotektif. Selain itu, banyak penelitian telah mengungkapkan nilai terapeutiknya termasuk anti diabetes, anti rheumatoid arthritis, anti aterosklerosis, anti infertilitas, penghilang rasa sakit, anti depresi, dan regulasi diuretik dan tiroid (1).

Manfaat lain yang dimiliki daun kelor yaitu mampu meningkatkan status gizi pada anak malnutrisi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daun kelor dapat mengatasi masalah gizi buruk di berbagai negara dengan cara menambahkannya kedalam makanan sehari-hari untuk anak. Saat ini banyak negara-negara tropis yang memanfaatkan daun kelor untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak dan ibu hamil. Kandungan yang paling diunggulkan pada tanaman ini yaitu protein, vitamin A (β-karoten), dan zat besinya yang tinggi sehingga bagus untuk dikonsumsi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama pada kelompok rawan (3).

Tanaman kelor telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multiguna padat gizi dan berkhasiat. Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree atau pohon ajaib karena terbukti secara alamiah merupakan sumber gizi berkhasiat yang kandungannya melebihi kandungan tanaman pada umumnya (4). Kandungan antioksidan dan potasium yang tinggi pada daun kelor bermanfaat untuk mengobati kanker. Antioksidan akan bermanfaat dalam menghalangi perkembangan sel-sel kanker sedangkan potasium berfungsi untuk menyingkirkan sel-sel kanker. Selain itu, asam amino yang terkandung dalam tanaman kelor dapat meningkatkan sistem imun.

Lebih Lanjut : Zat Gizi Antioksidan Free Radical Scavenger

Referensi

1.      Berawi KN, Wahyudo R, Pratama AA. Potensi Terapi Moringa oleifera ( Kelor ) pada Penyakit Degeneratif. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung. 2019;3:210–4.

2.        Purba EC. KELOR ( Moringa oleifera Lam.): PEMANFAATAN DAN BIOAKTIVITAS. Jurnal Pro-Life. 2020; 7(1):1-12.

3.        Rahmawati PS, Adi AC. DAYA TERIMA DAN ZAT GIZI PERMEN JELI DENGAN PENAMBAHAN BUBUK DAUN KELOR ( MORINGA OLEIFERA ). Media Gizi Indonesia. 2016;11:86–93.

4.        Irwan Z. KANDUNGAN ZAT GIZI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) BERDASARKAN METODE PENGERINGAN. Jurnal Kesehatan Manarang. 2020;6(1):69–77.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Natasha Fesbrian

Recent Posts

Beras Porang Lebih Cocok untuk Diet? Ini Perbandingannya dengan Beras Biasa

Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…

3 days ago

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

1 week ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

3 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

4 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

1 month ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago