Oleh Owais Suryo Hadi Kusumo (Mahasiswa S1 Gizi UNDIP)
Kehamilan merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan ibu dan bayi. Rendahnya atau malnutrisi status gizi ibu selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, rendah berat badan lahir, dan pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal bagi janin.1 Faktor budaya seperti mitos, kepercayaan, makanan tabu, saran makanan, adat istiadat, dan praktik yang berkaitan dengan makanan konsumsi ibu hamil serta sosial ekonomi dapat mempengaruhi status gizi ibu.2 Salah satu mitos yang cukup umum yaitu ibu hamil tidak boleh meminum kopi dan teh.
Baca : Minum Teh Setelah Makan Tidak Bagus untuk Pencernaan
Kafein merupakan komponen yang populer dikonsumsi oleh ibu hamil dan masyarakat pada umumnya. Biasanya kafein dikonsumsi dalam produk kopi dan teh.3 Mitos ini berasal usul dari mekanisme kafein yang akan melewati plasenta lalu menuju cairan ketuban dan aliran darah janin. Peningkatan konsentrasi katekolamin yang diinduksi kafein (adrenalin, dopamin, dan serotonin) dapat mengganggu aliran darah plasenta dan menghambat transportasi zat gizi transplasenta ke janin. Kafein dan metabolitnya dapat dengan mudah melewati penghalang plasenta, dan kafein sulit diekskresi karena hati janin yang belum tubuh dewasa. Sehingga, tubuh bayi yang masih berkembang memerlukan waktu lebih untuk memproses kafein tersebut dibandingkan tubuh ibunya. Akibatnya, bayi akan terkena efek kafein yang lebih lama dari ibunya.4
Mitos ini tidak sepenuhnya salah karena konsumsi kafein yang berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau berat bayi lahir rendah.5 Namun, efek peningkatan risiko tersebut ditemukan jika konsumsi kafein melebihi dari rekomendasi 200 mg/hari. Sehingga, dapat disimpulkan meminum kopi dan teh atau mengonsumsi sumber kafein lainnya seperti minuman soda dan cokelat, boleh dilakukan dan aman jika tidak melebihi batas dari rekomendasi yaitu 200 mg/hari yang kurang lebih yaitu dua cangkir kopi untuk ibu hamil.6
Lebih Lanjut : Kopi Menurunkan Risiko Kematian Kanker Kolorektal dengan Kopi
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…