Indonesia sebagai negara tropis memiliki beragam umbi-umbian diantaranya suweg dan ganyong. Suweg dan ganyong memiliki beragam manfaat. Apa saja manfaatnya? Mari kita simak pada artikel berikut.
Memiliki nama latin Amorphophallus campanulatus merupakan salah satu jenis umbi yang tumbuh liar di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini belum banyak dieksplorasi dan biasa tumbuh subur di bawah naungan tanaman lain. Tanaman suweg biasa bertunas di awal musim kemarau dan pada akhir tahun di musim kemarau umbinya bisa dipanen.1
Ciri-ciri yang dimiliki oleh suweg antara lain terdapat bekas pangkal pelepah daun serta mata tunas yang berguna untuk perkembangbiakan tanaman. Pada awal musim hujan, kuncup daun dari tanaman suweg yang terbungkus seludang muncul di permukaan tanah. Sesuai dengan pertumbuhannya, pelepah daun makin panjang dan kemudian daun terbuka. Daunnya termasuk daun tunggal yang beranak daun majemuk. Tangkai daun terbagi menjadi tiga arah, dimana setiap tangkai daun bercabang lagi menjadi tiga dan tumbuh pada arah yang berlawanan.2
Umbi suweg terdiri atas kulit umbi dan daging umbi. Pada kulit terdapat mata tunas utama, tunas anakan, tunas akar, akar aktif, dan akar mati. Kulit luar adalah lapisan kutikula yang berfungsi sebagai pelindung daging umbi. Kulit umbi suweg selagi dipanen berwarna kuning muda dan jika dibiarkan beberapa waktu di dalam tanah akan berwarna kuning kecokelat-cokelatan. Pada kulit suweg melekat beberapa organ tanaman di bawah tanah, yaitu tunas tanaman, tunas akar, akar aktif, dan akar yang telah mati. Bagian kulit umbi yang terkupas akan mengeluarkan getah licin dan mengandung kalsium oksalat. Getah ini dapat menimbulkan rasa gatal di kulit.2
Umbi suweg memiliki kadar pati sebesar 83,86% dengan rasio kadar amilosa: amilopektin sebesar 24,1%: 58,95%. Komposisi gizi kimia tepung suweg dalam 100 gram antara lain Kalori 60 – 69 kkal, Protein 1 g, Lemak 0,1 g, Karbohidrat 15,7 g, Kalsium 62 mg, Fosfor 41 mg, Besi 4,2 mg, Vit B1 0,07 mg, Air 82 g.1 Komposisi lainnya dalam tepung suweg adalah kalsium oksalat dan asam oksalat. Asam oksalat pada umbi suweg segar bernilai 0,01 sampai 0,08% sedangkan tepung suweg berkisar 0,11- 0,21%.3
Baca : Kandungan dan Manfaat Ubi Jalar Ungu
Penanganan pasca panen umbi suweg yaitu dengan diolah menjadi tepung sehingga lebih tahan lama disimpan dibandingkan disimpan dalam bentuk umbi.4
Suweg belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan pengolahan suweg yang membutuhkan proses yang panjang untuk menghilangkan kandungan bahan berbahaya di dalamnya sehingga masyarakat cenderung tidak tertarik untuk membudidayakannya. Suweg mengandung asam oksalat yang tidak baik jika dikonsumsi. Asam oksalat dapat menyebabkan kristalisasi dalam ginjal dan gangguan gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengurangi atau meminimalkan kandungan kalsium oksalat pada umbi tire (suweg) yaitu diolah dengan cara direbus. Cara ini dapat menurunkan kalsium oksalat sebesar 0,008 % menjadi 0,050 % dengan kadar kalsium oksalat suweg segar sebesar 0,058 %. Kalsium oksalat dapat dihilangan dengan perendaman dalam larutan garam dan diolah menjadi tepung. Olahan suweg yaitu suweg rebus dan tepung suweg. Dari tepung inilah dapat dibuat olahan lain seperti biskuit, roti, mie, dll.1
Tanaman ganyong (Canna edulis) termasuk genus Canna dari famili Cannaceae. Ganyong memiliki nama beragam di setiap daerah. Ada yang menyebutnya buah tasbih, ubi pikul, ganyal, ganyol, atau sinetra. Ganyong sendiri memiliki nama asing, yaitu queensland arrowroot. Ganyong berasal dari Amerika Selatan. Saat ini, ganyong telah tersebar dari Sabang sampai Merauke, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sekurangnya ada dua provinsi sebagai sentral ganyong, yakni Provinsi Jawa Tengah, yang meliputi Kabupaten/Kota Klaten, Wonosobo, dan Purworejo serta Provinsi Jawa Barat, yang meliputi Kabupaten/Kota Majalengka, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Lebak, Subang, dan Karawang.5
Tanaman ganyong berumpun dan merupakan tanaman herba. Hampir semua bagian vegetatif ganyong, yaitu batang, daun, dan kelopak bunganya sedikit berlilin. Apabila diukur lurus maka panjang batang bisa mencapai 3 meter. Panjang batang diukur mulai dari ujung tanaman sampai ujung rhizoma. Apabila diperhatikan, warna batang, daun, pelepah daun, dan sisik umbinya sangat beragam. Adanya perbedaan warna ini menunjukkan varietas ganyong.5
Ganyong berumbi besar dengan diameter antara 5-8 cm dan panjangnya 10-15 cm, bahkan bisa mencapai 60 cm, bagian tengahnya tebal dan dikelilingi berkas-berkas sisik yang berwarna ungu atau cokelat dengan akar serabut tebal. Bentuk umbi beraneka ragam, begitu juga komposisi kimia dan kandungan gizinya. Perbedaan komposisi ini dipengaruhi oleh umur, varietas, dan tempat tumbuh tanaman.5
Ganyong memiliki kandungan pati sebanyak 90%, dimana kadar gula hanya 10%. Inilah yang menyebabkan umbi ganyong memiliki rasa yang tidak terlalu manis. Dengan kandungan pati yang tinggi, umbi ganyong sering diekstrak patinya. Pati ganyong diperoleh dari hasil ekstraksi umbi ganyong, dimana memiliki kandungan amilosa dan amilopektin sebesar 24% dan 76%.24 Ganyong cukup berpotensi sebagai sumber karbohidrat. Komposisi kimia pada ganyong tertera pada tabel berikut.5
Di Indonesia dikenal dua varietas ganyong, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merah ditandai dengan warna batang, daun, dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu, sedang yang warna batang, daun, dan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecokelatan disebut dengan ganyong putih. Kedua varietas tersebut mempunyai beberapa perbedaan sifat.5
Ganyong merah memiliki batang lebih besar, cenderung tahan terkena sinar matahari, dan tahan kekeringan. Ganyong merah sulit menghasilkan biji, namun mampu menghasilkan umbi basah lebih besar, tetapi berkadar pati rendah. Umbi ganyong merah lazim direbus.5 Pati ganyong merah mempunyai kandungan protein dan lemak lebih tinggi sebesar 62,2% dan 94,72% daripada ganyong putih, sedangkan kandungan pati dan amilosa dari pati ganyong merah lebih rendah sebesar 1,61% dan 4,45% daripada ganyong putih.6
Ganyong putih memiliki batang lebih kecil dan pendek, kurang tahan bila terkena sinar matahari, tetapi tahan kekeringan. Ganyong putih selalu menghasilkan biji dan bisa diperbanyak menjadi anakan tanaman dan menghasilkan umbi basah lebih kecil, tetapi berkadar pati tinggi. Oleh karena itu, ganyong putih lazim diambil patinya.5
Lebih lanjut : Mengenal Apa Itu Pati Resisten?
Hasil panen ganyong berupa umbi. Umbi segar yang baru dipanen harus diperlakukan secara hati-hati. Umbi yang telah didibersihkan dapat disimpan dengan aman selama beberapa minggu pada keadaan kering dan hangat. Penyimpanan untuk jangka waktu yang cukup lama, umbi harus dijaga dari udara dingin tapi jangan terlalu kering.5
Sebagai bahan pangan, ganyong biasanya dikukus, digoreng, dibakar, atau sebagai bahan makanan campuran. Sedangkan sebagai bahan non pangan, pucuk dan tangkainya dapat diolah menjadi makanan ternak. Ganyong juga dapat diolah menjadi tepung ganyong yang bermutu tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan industri. Berdasarkan sifat fungsionalnya tepung dan pati ganyong berpeluang untuk dimanfatkan sebagai bahan baku industri seperti minuman prebiotik, bihun, sohun, biskuit, makanan bayi, bahan pengental, jeli dan penganan tradisional. Karakteristik sifat kimia dan gizi tepung ganyong sangat mudah dicerna sehingga sering digunakan untuk makanan bayi dan orang-orang sakit.6
Source: Portal Informasi Indonesia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan di…
Source: Freepik Bulan Ramadhan telah tiba, saatnya umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Menahan lapar dan…
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi 2024 telah dirilis dengan berbagai pembaruan signifikan untuk…
Editor: Annisa Alifaradila Rachmayanti Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval…
Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) semakin meningkat, mulai dari berbagai macam teh hingga kopi…
Sumber: Sakana on Unsplash Pernahkah kamu melihat postingan makanan mix “unik” dari anak kos pada…