Bayi dan Balita

Dampak Memberikan MPASI Kepada Bayi Sebelum Usia 6 Bulan

Bagaimana dampak pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi bayi sebelum usia 6 bulan? Mari kita simak pada artikel berikut.

ASI dan MP-ASI

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang  dibutuhkan bayi dari awal lahir sampai berusia enam bulan. Hal tersebut karena ASI mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI juga mudah untuk dicerna dan membantu penyerapan zat gizi . Selain sebagai pemenuhan gizi, ASI juga memenuhi kebutuhan bayi dalam hal psikologi, sosial maupun spiritual.​1​

Baca : ASI makanan terlengkap dan terbaik bagi bayi

Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang belum berhasil. United Nation Children Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) menganjurkan usaha penurunan angka kesakitan dan kematian anak dengan cara pemberian ASI yang sebaiknya diberikan minimal 6 bulan lamanya dan setelah usia lebih dari 6 bulan dapat diberikan Makanan Pendamping Asi (MP ASI).

MPASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. WHO bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menegaskan bahwa bayi usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja. Oleh karena itu, MPASI baru bisa diperkenalkan kepada bayi ketika bayi berusia 6 bulan ke atas.​2​

Dampak MP-ASI Dini

Sebagaian dari masyarakat memiliki pandangan bahwa bayi yang sehat adalah bayi gemuk. Pemenuhan zat gizi   tidak terukur dan akan berperan dalam terjadinya pemberian makanan berlebihan. MP-ASI yang diberikan kepada bayi cenderung mengandung protein dan lemak tinggi.

Pemberian makanan selain ASI pada umur 0-6 bulan dapat membahayakan bayi, karena bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan selain ASI. Apabila pada periode ini bayi dipaksa menerima makanan selain ASI, akan timbul gangguan kesehatan pada bayi seperti diare, alergi dan bahaya lain yang fatal. Kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan akibat pemberian MP-ASI dini merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia.​3​

Bayi yang diberikan MP ASI dini akan mempengaruhi status gizinya yang cenderung bisa mengalami peningkatan dan mengarah pada gizi lebih atau obesitas. Hal ini dikarenakan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang lebih dini pada bayi tidak dapat dicerna dengan baik. Bayi berusia kurang dari 6 bulan pencernaannya belum mampu mencerna makanan selain ASI sehingga dapat berdampak gangguan peningkatan status gizi berlebih dan bayi dapat mengalami kegemukan.​4​

Tips Mencegah Pemberian MP-ASI Dini

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) dini diperlukan peranan dari keluarga, praktisi kesehatan khususnya bidan, serta pemerintah. Bidan dapat memberikan penyuluhan saat pelaksanaan Posyandu setiap bulannya tentang pemberian makanan tambahan yang tepat pada bayi, memberikan leaflet tentang ASI eksklusif dan makanan tambahan serta memberikan contoh menu seimbang untuk perkembangan bayi. Sedangkan peran keluarga khususnya ibu adalah dengan memperhatikan pemberian makanan tambahan pada waktu yang tepat seusai usia bayinya sehingga zat gizi bayi tercukupi. Selain itu pemerintah juga harus meningkatkan kualitas Posyandu, jangan hanya sekedar untuk penimbangan dan vaksinasi, tapi harus diperbaiki dalam hal penyuluhan tentang pentingnya pemberian makanan bergizi pada bayi dan pemantauan tumbuh kembang bayi, sehingga pertumbuhan bayi sebagai calon generasi penerus bangsa di Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi.​4​

Lebih Lanjut : MP-ASI harus tepat guna optimalkan tumbuh kembang anak

Referensi

  1. 1.
    Nugraheni S, Prabamurti PN P, Riyanti E. Pemberian MP-ASI Dini Sebagai Salah Satu Faktor Kegagalan ASI Eksklusif pada Ibu Priimipara. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal). 2018;6(5):804-813.
  2. 2.
    Lestiarini S, Sulistyorini Y. Perilaku Ibu pada Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. JPK. Published online May 6, 2020:1. doi:10.20473/jpk.v8.i1.2020.1-11
  3. 3.
    Indriati M, Ningsih K. Profil Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Sehat Masada. 2020;14(2):107-113.
  4. 4.
    Shofiyah S. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping (MP) ASI Dini dengan Status Gizi pada Bayi Usia 6-12 Bulan. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu. 2020;11(2):220-227.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Natasha Fesbrian

Recent Posts

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

14 hours ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

1 week ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

3 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago

Kalsium dan Mood: Kenapa Asupan Mineral Ini Penting untuk Kesehatan Jiwa?

Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…

1 month ago