FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

Kejadian anemia pada ibu hamil cukup tinggi. Faktor apa saja yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil? Mari kita simak pada artikel berikut.

Anemia Selama Kehamilan

adalah suatu kondisi atau keadaan ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit atau jumlah sel darah merah. Kadar Hb dan sel darah sangat bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, ketinggian suatu tempat, serta keadaan fisiologi tertentu. Menurut Depkes (2009) anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau <10,5 gr% pada trimester II. Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena dalam kehamilan kebutuhan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang.

Prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi Fe sekitar 35-75% yang semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Sementara persentase wanita hamil dari keluarga miskin terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan dalam trimester I (sebanyak 8%), trimester II sebanyak 12%, dan trimester III sebanyak 29%.

Kebutuhan zat besi pada setiap kehamilan ±900 mg Fe untuk pembentukan sel darah ibu, plasenta dan darah janin. Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persendiaan Fe tubuh dan menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya.

Baca Artikel : Langkah Awal Persiapan Kehamilan Sehat dan Berkualitas

Faktor penyebab kejadian anemia pada ibu hamil

Kejadian anemia pada kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, pendidikan ibu, pendapatan, jarak setelah nifas, paritas, kecukupan tablet Fe, dan status gizi.

Faktor pengetahuan

Salah satu faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan ibu dan bayinya selama kehamilan. Zat gizi yang sangat penting bagi ibu hamil adalah zat besi, jika asupan ibu kurang akan meningkatkan resiko terjadinya anemia. Akibatnya terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu abortus, partus premature, partus lama, perdarahan postpartum, syok, infeksi intrapartum atau postpartum.

Perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor pengetahuan karena perilaku seseorang itu dibentuk oleh pengetahuan seseorang sendiri. Bila ibu hamil dapat memahami pencegahan penyakit anemia maka memiliki perilaku kesehatan yang baik sehingga dapat terhindar dari berbagai risiko terjadinya anemia kehamilan.

Faktor kunjungan ANC

Motivasi ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan pada tenaga kesehatan lebih teratur bila pertama kali hamil dibandingkan dengan yang pernah melahirkan atau memiliki anak lebih dari satu. Mereka memiliki anggapan bahwa ia sudah memiliki pengalaman sehingga jarang untuk memeriksakan kehamilannya. Langkah utama ibu hamil dalam melakukan pencegahan dan pengendalian anemia melalui kunjungan antenatal care untuk mengurangi efek buruk anemia, yang akan membantu untuk memiliki keturunan atau anak yang sehat dan produktif

Faktor kecukupan konsumsi tablet Fe

Bila tingkat kepatuhan ibu hamil minum obat penambah darah maka Hb-nya meningkat 3,2 kali dibandingkan yang tidak mengkonsumsi obat penambah darah. Anemia gizi besi timbul disebabkan kekurangan zat besi yang mengakibatkan proses pembentukan sel darah merah terganggu. Namun, bila responden tidak teratur dalam konsumsi tablet besi akan berisiko 2,471 kali mengalami defisiensi zat besi. Zat besi rendah dapat berpengaruh pada kehamilan seperti terjadi komplikasi dan angka kematian tinggi pada ibu hamil serta kelahiran bayi. Sehingga semua pihak yang terkait harus memberikan perhatian yang serius terkait masalah anemia bagi wanita hamil.

Baca : Sering Dihindari, Padahal Kaya Gizi! Berikut Manfaat Hati Ayam yang Tidak Boleh Dilewatkan

Pencegahan dan Penanggulangan Anemia

Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil menurut Depkes (2012) yaitu :

  • Meningkatkan konsumsi zat besi dan sumber alami, terutama makanan sumber hewani (heme iron) yang mudah diserap seperti hati, daging, ikan. Selain itu perlu ditingkatkan juga makanan yang banyak mengandung vitamin C dan A untuk membantu penyerapan zat besi dan membantu proses pembentukan Hb.
  • Fortifikasi bahan makanan yaitu menambahkan zat besi, asam folat, vitamin A dan asam amino esensial pada bahan makanan yang dimakan secara luas oleh kelompok sasaran. Penambahan zat besi ini umumnya dilakukan pada bahan makanan hasil produksi industri pangan.
  • Suplementasi besi-folat secara rutin selama jangka waktu tertentu, bertujuan untuk meningkatkan kadar Hb secara cepat.

Lebih Lanjut : Beda Besi Heme dan Non Heme

Download Buku Pedoman bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas dan BBL di Era Pandemi COVID 19

Referensi

  1. Fadli, F. and Fatmawati, F.Analisis faktor penyebab kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2020.15(2): 137–146. doi: 10.31101/jkk.988.
  2. Leny. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. 2019. 9(2):161–167. doi: 10.35325/kebidanan.v9i2.195.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *