Uncategorized

Buku Respon Gizi pada Masa Tanggap Darurat Bencana (pdf)

Buku Pedoman Pelaksanaan Respon Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Bencana ini memuat langkah operasional dari setiap kegiatan gizi pada situasi bencana serta komponen kegiatan pendukungnya. Komponen inti gizi bencana meliputi intervensi gizi, seperti: PMBA Bencana, Tata Laksana Balita Gizi Kurang dan Gizi Buruk, serta Suplementasi Gizi.

Latar Belakang

Kesiapsiagaan penanganan gizi pada situasi bencana dan krisis kesehatan merupakan salah satu kunci dalam upaya pengurangan risiko bencana dan krisis kesehatan. Letak geografis wilayah Indonesia yang rawan bencana serta adanya permasalahan gizi menuntut kesiapan dari setiap pemangku kepentingan untuk dapat melakukan penanganan gizi yang tepat ketika bencana. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 75 tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan, serta PMK no 4 tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum bidang Kesehatan telah mengatur bahwa penanggulangan gizi pada situasi bencana dan krisis kesehatan menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta masyarakat.

Pedoman pelaksanaan ini disusun berdasarkan alur penanganan gizi pada situasi bencana yang terdiri dari Koordinasi Penanganan Gizi Pada Situasi Bencana, Kajian Dampak Bencana dan Analisis Kebutuhan Gizi, Pembuatan Rencana Respon Gizi, Intervensi Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA), Intervensi Pencegahan dan Penanganan Gizi Kurang dan Gizi Buruk, Intervensi Suplementasi Gizi, Intervensi Dukungan Gizi pada Kelompok Rentan, Manajemen Informasi dan Surveilans Gizi, Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat, dan Manajemen Logistik Gizi ( Bagan 1)

Baca Artikel : Rahasia Sukses Pemberian Makan Melalui Responsive Feeding

Koordinasi Penanganan Gizi

Mekanisme koordinasi penanganan gizi bertujuan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan di antara mitra/instansi yang bergerak di dalam penanganan gizi serta untuk meningkatkan efektivitas respon gizi. Koordinasi penanganan gizi dilakukan melalui mekanisme sub klaster gizi. Sub klaster gizi adalah bagian dari mekanisme koordinasi klaster kesehatan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Pendekatan klaster adalah pendekatan koordinatif yang menyatukan semua pihak terkait baik pemerintah maupun non-pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana.

Tim Gerak Cepat (TGC) Gizi merupakan tim yang dibentuk oleh Kemenkes, Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten/Kota merupakan bagian dari sub klaster gizi yang dapat dimobilisasi secara cepat guna mendukung upaya penanganan gizi di wilayah terdampak. TGC Gizi bertugas untuk memberikan dukungan teknis/pendampingan kepada Dinkes terdampak di dalam mengelola kegiatan penanganan gizi pada situasi bencana, termasuk dukungan koordinasi maupun intervensi teknis yang mencakup:

  • Kajian Kebutuhan Dampak Bencana dan Analisis kebutuhan Gizi;
  • Intervensi PMBA;
  • Pencegahan dan Penanganan Gizi Kurang dan Gizi Buruk;
  • Suplementasi Gizi;
  • Intervensi Gizi bagi Kelompok Rentan Lainnya;
  • Pengelolaan Logistik Gizi;
  • Pengelolaan Informasi dan Surveilans Gizi.

Baca : Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita [Terbaru]

Kajian Dampak Bencana dan Analisis Kebutuhan Gizi

bertujuan untuk mengidentifikasi dampak bencana terhadap kelompok sasaran gizi dan kelompok rentan. Kajian dampak bencana dan analisis kebutuhan gizi mencakup pengumpulan data jumlah dan lokasi kelompok rentan. Selai itu, diperlukan dukungan untuk penyelamatan jiwa guna mempertahankan status gizi mereka. Hasil kajian digunakan sebagai dasar penyusunan rencana respon gizi.

Prinsip-prinsip pelaksanaan kajian:
I. Perlu diingat data yang dikumpulkan dipilah berdasarkan jenis kelamin dan usia: 0-5 bulan, 6-11 bulan, 12-23 bulan, 24-59 bulan dan proporsi ibu hamil dan menyusui. Pemilahan data berdasarkan kerentanan untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis disabilitas, serta jumlah lansia juga perlu untuk dilakukan.
II. Kajian dampak dan analisis kebutuhan gizi perlu dilakukan secara terkoordinir untuk menghindari duplikasi serta memperluas jangkauan pelaksanaan kajian

Bab-bab selanjutnya dapat dilihat di buku yang dapat didownload DISINI atau di link berikut https://www.dropbox.com/s/hrwahuxvuosnr86/PEDOMAN%20PELAKSANAAN%20RESPON%20GIZI_HIRES.pdf?dl=0

Referensi

Kemenkes RI. Pedoman Pelaksanaan Respon Gizi pada Masa Tanggap Darurat Bencana. Jakarta : Kemenkes RI. 2020.

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Recent Posts

Kurang Tidur Bikin Lebih Gampang Ngidam Makanan Manis?

Malam sudah larut, tapi pekerjaan belum selesai. Waktu tidur pun terpotong. Besoknya, selain mata terasa…

5 days ago

Ngemil Kacang Bikin Kenyang Lebih Lama? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Coba!

Jam makan berikutnya masih lama, tapi perut mulai minta diisi. Di momen seperti ini, camilan…

7 days ago

Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!

Pernah merasa makanan di piring sudah habis, tetapi beberapa menit kemudian baru sadar ternyata memang…

2 weeks ago

Ngopi Pagi Punya Manfaat Lebih? Ini yang Ditemukan Penelitian

Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas pagi. Ada yang baru merasa siap…

2 weeks ago

Makanan Olahan Belum Tentu UPF, Yuk Kenali Tingkat Pengolahannya!

Pernah melihat sayuran beku, susu pasteurisasi, atau ikan kaleng lalu berpikir, “Ini kan makanan olahan,…

2 weeks ago

Jangan Asal Minum Elektrolit, Kenali Kapan Tubuh Benar-Benar Membutuhkannya!

Selesai olahraga, keringat bercucuran, lalu langsung mencari minuman elektrolit. Rasanya seperti pilihan yang paling tepat…

3 weeks ago