Mengenal Lebih Jauh Label Gizi Kemasan

Saat kita membeli makanan atau minuman kemasan pasti terdapat label gizi. Apa sich label gizi ? Mari kita simak pada artikel berikut.

Definisi

Label gizi merupakan keterangan kandungan zat gizi yang ditempatkan pada kemasan produk pangan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan. Cek label gizi pangan, salah satu cara menjaga kesehatan dari risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).​1​ Adapun tujuan dari label gizi tersebut adalah sebagai berikut :​2​

  • Memberikan informasi yang tepat kepada konsumen terkait kandungan zat gizi yang terdapat dalam makanan atau minuman kemasan sehingga konsumen dapat memilih sesuai dengan kebutuhan.
  • Untuk memastikan bahwa tidak ada klaim zat gizi yang dibuat tanpa label gizi.

Manfaat

Label gizi bermanfaat sebagai bahan untuk mempertimbangan beberapa hal berikut :

  1. Membandingkan dan memilih dari beberapa produk dengan jenis yang sama
  2. Menentukan nilai gizi makanan
  3. Mengatur diet tertentu serta gizi yang harus dikurangi atau ditambahkan, contohnya untuk individu yang mengalami diabetes dapat mengurangi kandungan gula dan individu yang mengalami hipertensi dapat mengurangi konsumsi natrium,

Pencantuman label gizi haruslah dibuat dengan memperhatikan kebutuhan konsumen seperti tulisan yang mudah dibaca, menggunakan huruf yang jelas minimal ukuran 1 mm dan proporsional dengan luas tabel.

Cara membaca label gizi

Dalam label gizi terdapat informasi terkait porsi penyajian, nilai kalori, zat gizi, dan persen angka kecukupan gizi (AKG).

Berikut penjelasan cara membaca label gizi​3​

Porsi penyajian

Saat melihat label Gizi, lihat dulu jumlah porsi dalam kemasan (porsi per wadah) dan ukuran porsi. Ukuran porsi distandarisasi untuk memudahkan membandingkan makanan serupa; disediakan dalam satuan yang sudah dikenal, seperti cangkir atau potongan, diikuti dengan jumlah metrik, misalnya, jumlah gram (g). Ukuran porsi mencerminkan jumlah yang biasanya orang makan atau minum. Ini bukan rekomendasi berapa banyak Anda harus makan atau minum.​1,2​

Nilai kalori

Kalori memberikan ukuran berapa banyak energi yang Anda dapatkan dari satu porsi makanan. Sebagai contoh jika Anda mengkonsumsi 1 sajian (250 ml) minuman pada gambar di atas ini berarti Anda telah mengasup 120 kkal. Sedangkan jika Anda mengkonsumsi 1 kemasan minuman tersebut (500 ml) maka Anda telah mengasup 240 kkal. Jumlah porsi yang Anda konsumsi menentukan jumlah kalori yang sebenarnya Anda makan. Makan terlalu banyak kalori per hari terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas.​2,3​

Zat gizi

Gula, garam, minyak/lemak adalah yang tercantum pada label terkait dengan efek kesehatan yang merugikan. Diidentifikasi sebagai bahan yang perlu dibatasi penggunaannya. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji menyebutkan bahwa konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 g (4 sendok makan), garam < 5 gram /hari (1 sendok teh), dan lemak total < 67 g (5 sendok makan). Makan terlalu banyak lemak jenuh dan natrium, misalnya, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi. Mengkonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat mempersulit pemenuhan kebutuhan zat gizi penting dan meningkatkan risiko penyakit diabetes.​4​

Lebih Lanjut : Gula dan Pemanis

Zat Gizi yang perlu dikonsumsi lebih banyak seperti Serat Makanan, Vitamin D, Kalsium, Zat Besi, dan Kalium. Makan diet tinggi serat dapat meningkatkan frekuensi buang air besar, menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol, dan mengurangi asupan kalori. Diet tinggi vitamin D, kalsium, zat besi, dan kalium dapat mengurangi risiko terkena osteoporosis, anemia, dan tekanan darah tinggi.​2​

Baca : Mengapa Konsumsi Serat Membuat Kenyang?

Persen AKG / % Daily Value (DV)

adalah persentase Nilai Harian untuk setiap zat gizi dalam satu porsi makanan, menunjukkan jumlah referensi (dinyatakan dalam gram, miligram, atau mikrogram) zat gizi untuk dikonsumsi atau tidak melebihi setiap hari. % AKG membantu menentukan apakah satu porsi makanan tinggi atau rendah zat gizinya. Jika nilai zat gizi per porsi <5% AKG dianggap rendah dan > 20% AKG dianggap tinggi. Pilih makanan dengan % AKG yang tinggi untuk Serat Makanan, Vitamin D, Kalsium, Besi, dan Kalium. Sedangkan untuk Lemak Jenuh, Natrium, dan Gula pilih yang % AKG nya rendah.​2​

Panduan asupan gizi harian warna monokrom memudahkan konsumen dalam memahami kandungan gizi pada produk pangan olahan.

Baca : Perhitungan Konsumsi Garam Individu

Logo pilihan lebih sehat

Diterapkan secara bertahap, mulai dari:

  1. Minuman siap konsumsi
  2. Pasta dan Mi instan

Logo “Pilihan Lebih Sehat” diperkenalkan Badan POM untuk membantu konsumen dalam menentukan prioritas pembelian produk pangan olahan berdasarkan kandungan zat gizinya. Produk yang mencantumkan logo ini berarti telah memenuhi kriteria “lebih sehat”
berdasarkan kandungan zat gizinya. Bila dibandingkan dengan produk sejenis, apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Referensi

  1. 1.
    BPOM R. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makan Republik Indonesia Tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi. BPOM RI; 2005.
  2. 2.
    FDA U. How to Understand and Use the Nutrition Fact Label. US Food&Drug Administration. Published 2020. https://www.fda.gov/food/new-nutrition-facts-label/how-understand-and-use-nutrition-facts-label
  3. 3.
    BPOM R. Ayo! Cerdas Kenali Label Gizi. BPOM RI; 2019.
  4. 4.
    Kemenkes R. Permenkes RI No 30 tahun 2013. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Published 2013. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-p2ptm/permenkes-no-30-th-2013-gula-garam-lemak

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *