Kesehatan dan Gizi lainnya

Fluorida : Mineral untuk Kesehatan Gigi

Fluorida biasanya ditambahkan pada pasta gigi karena fungsinya untuk mencegah kerusakan gigi. Mari kita simak lebih jauh terkait sumber dan manfaat fluorida pada artikel berikut =)

Mineral Fluorida

Fluorida yang dikenal sebagai fluoride/fluor adalah salah satu senyawa kimia yang terbukti dapat bermanfaat bagi kesehatan. Fluorida memiliki fungsi untuk mencegah karies gigi pada konsentrasi tertentu ,namun pada keterpaparan yang berlebihan dapat meningkatkan terjadinya dampak negatif. Dampak tersebut dapat bervariasi dari fluorosis gigi ringan (keadaan dimana gigi menjadi kekuningan atau kecoklatan dan terdapat bintik-bintik pada enamel gigi) hingga fluorosis skeletal seiring dengan meningkatnya kadar dan lamanya paparan. Oleh karena itu, asupan fluoride haruslah dibatasi agar dapat mencegah karies namun tidak menimbulkan terjadinya fluorosis.

Sumber Fluorida

Fluorida tersedia pada alam bebas seperti pada air dalam jumlah kecil, udara, makanan dan minuman contohnya pada daging, ikan, unggas, produk serealia, kentang, sayuran hijau, beberapa buah, minyak, gula, dan umumnya fluorida diketahui terkandung dalam pasta gigi.​1,2​

Sumber berbeda yang berkontribusi terhadap asupan dan paparan fluorida dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

(a) sistemik / terencana — susu berfluoride, air, atau garam, suplemen fluorida;

(b) sistemik / insidental — penelanan pasta gigi, penelanan cairan fluorida, pencemaran lingkungan, penelanan lapisan Teflon pada panci; paparan makanan / tanah / pestisida, obat resep, merokok;

(c) topikal / terencana — gel dan pernis yang dioleskan secara profesional, pasta gigi, atau pembilas dan gel untuk digunakan di rumah;

(d) topikal / insidental — bahan cetakan alginat.

Studi longitudinal oleh Levy et al telah mengidentifikasi hal-hal berikut sebagai sumber utama asupan fluorida: turunan susu, air, ikan dan makanan laut, ayam, dan pasta gigi serta produk oral lain yang mengandung fluorida. Namun, hasil mereka menunjukkan bahwa tingkat asupan pada usia dini menunjukkan kisaran yang luas karena variasi konsumsi dan keragaman produk yang tersedia. Susu formula yang dicampur dengan air minum dapat meningkatkan jumlah fluorida dan oleh karena itu juga berisiko terkena fluorosis gigi. Konsumsi pasta gigi berfluoride pada anak-anak di bawah usia 6 tahun juga sangat terkait dengan peningkatan asupan fluoride.​3​

Fungsi Fluorida

Selama mineralisasi tulang dan gigi, kalsium dan fosfor membentuk kristal yang disebut hidroksiapatit. Kemudian fluorida menggantikan bagian hidroksil (OH) dari kristal hidroksiapatit, membentuk fluorapatite, yang membuat gigi lebih kuat dan lebih tahan terhadap pembusukan. Karies gigi menempati urutan sebagai masalah kesehatan masyarakat yang paling luas, diperkirakan 95% dari populasi telah mengalami pembusukan gigi, gigi tanggal, atau menambal gigi. Masalah gigi ini dapat dengan cepat menyebabkan banyak masalah gizi yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mengunyah dan mengkonsumsi berbagai macam makanan. Jika fluorida kurang, maka risiko kerusakan gigi sering terjadi.​2​ Fluorida membuat gigi lebih kuat dan lebih tahan terhadap kerusakan.​2​

Baca Artikel : Kalsium dan Osteoporosis

Mekanisme fluorida dalam mencegah karies adalah pembentukan fluor apatit yang membuat gigi lebih tahan akan asam dan bakteri yang berpotensial untuk menyebabkan demineralisasi gigi. Dalam kesehatan tulang, fluorida dapat menjaga homeostasis tulang dengan menstimulasi aktivitas osteoblas.​3​

Lebih Lanjut : Zat yang Berpengaruh pada Kepadatan Tulang

Toksisitas Fluorida

Terlalu banyak fluorida dapat merusak gigi, menyebabkan fluorosis. Untuk alasan ini, batas maksimal asupan fluorida telah ditetapkan (10 mg/hari, dengan kebutuhan untuk pria 4 mg/hari dan wanita 3 mg/hari). Dalam kasus ringan, gigi berkembang menjadi kecil bintik putih; pada kasus yang parah, email menjadi berlubang dan ternoda secara permanen. Fluorosis hanya terjadi selama perkembangan gigi dan tidak dapat dikembalikan, mencegah kejadian fluorosis pada 3 tahun pertama kehidupan merupakan prioritas tinggi. Untuk membatasi konsumsi fluorida, hati-hati jangan sampai menelan fluorida pada pasta gigi dan obat kumur serta menggunakan suplemen fluoride hanya sesuai ketentuan dokter.​2​

Referensi

  1. 1.
    Lennon M, Whelton H, O’Mullane D, Ekstrand J. Fluoride. WHO; 2004:1-12. https://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/nutfluoride.pdf
  2. 2.
    Whitney E, Rolfes S. Understanding Nutrition. 14th ed. Cengage Learning; 2016.
  3. 3.
    Martínez-Mier EA. Fluoride. J Evid Based Complementary Altern Med. Published online December 4, 2011:28-32. doi:10.1177/2156587211428076

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Recent Posts

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

3 days ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

2 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

4 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago

Kalsium dan Mood: Kenapa Asupan Mineral Ini Penting untuk Kesehatan Jiwa?

Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…

1 month ago