Tanggal 15 Februari diperingati sebagai hari kanker anak sedunia. Kanker sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi, dan bukan hanya kalangan dewasa sampai lansia saja. Sekarang banyak sekali anak usia dini terkena kanker. Oleh karena itu butuh deteksi dini terkait kanker anak. Sebelum terlambat yuk kita simak artikel di bawah ini =)
adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan oleh bertumbuhnya sel–sel jaringan tubuh yang tidak normal. Kemudian sel akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membelah diri lalu sel akan menyerang ke jaringan sekitarnya dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, limfatik, serta menyerang organ–organ penting dan saraf tulang belakang1.
Akibat dari pertumbuhan sel yang tidak teratur dan terkontrol disebabkan oleh pola makan, genetik, serta lingkungan faktor risiko. Terdapat lebih dari 100 variasi kanker. Kanker memiliki komponen genetik yang kuat, terkait dengan inisiasi, promosi, dan pertumbuhan metastasis.2
Baca Artikel : Tips Pencegahan Kanker
Meliputi berat badan lahir, usia, dan kelainan bawaan, serta kontribusi variasi genetik menjadi fokus penelitian para ahli. Variasi genetik dan warisan, seperti efek genetik ibu , juga berkontribusi terhadap risiko kanker pada anak-anak3.
Pada anak muncul secara tidak spesifik, dan ini dapat menyebabkan lambatnya deteksi kanker yang terjadi. Keterlambatan deteksi dini kanker pada anak, akan mengakibatkan bahaya yang lebih lanjut untuk tubuh anak. Deteksi dini dapat dilakukan dengan memiliki pengetahuan tentang penyakit kanker dan mengenali faktor risiko terhadap kanker pada anak1.
Zat pengawet, zat pewarna, bahan tambahan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Biasanya didapatkan pada jajanan anak yang menggunakan zat pengawet, serta pemanis buatan.
dalam hal ini yang dimaksud adalah radioterapi agresif (radiasi sinar pengion). Pada gelombang elektromagnetik, yang berasal dari sinyal televisi, sinar radar, cahaya tak terlihat, sinar X dan sinar gamma. Selanjutnya, pengaruh paparan ponsel dalam jangka panjang dapat memberikan radiasi tinggi dan sangat berisiko.
Menjadi penyebab kanker sulit dipastikan karena virus sulit untuk diisolasi. Ia dianggap bisa menyatukan diri dalam struktur genetik sel, sehingga mengganggu generasi selanjutnya dari populasi tersebut.
Hal ini dimiliki anak seperti down sindrom yaitu kelainan syaraf, seperti spina bifida, kemudian kelainan mata seperti katarak. Selain itu, yang menjadi faktor risiko adalah kelainan jantung, kelainan saluran pencernaan dan kelainan pada sistem urin seperti obstruksi pada saluran kemih.
Kebiasaan merokok secara langsung oleh orang tua atau perokok pasif dapat menjadikan faktor penyebab kanker.
Seseorang yang mempunyai riwayat keluarga akan besar kemungkinan terkena kanker dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai faktor tersebut1.
Editor : Ayu Rahadiyanti
Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…
Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…