Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Gangguan akibat kekurangan yodium merupakan spektrum luas dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental dengan gambaran yang sangat bervariasi sesuai dengan tingkat tumbuh kembang manusia akibat kekurangan yodium.

Yodium

adalah unsur anionik esensial dan terjadi secara alami di lingkungan seperti iodida yang ditemukan di air laut dan tanah. Distribusi yodium sangat bervariasi di bumi. Tanah di daerah pegunungan dan vulkanik memiliki kandungan yodium yang rendah. Kandungan yodium tanah secara langsung menentukan kandungan yodium makanan dan air dan secara tidak langsung menentukan status yodium manusia dan hewan di wilayah tersebut. Manusia memperoleh yodium, 90% melalui makanan dan 10% dari air. Sumber makanan yang kaya yodium seperti makanan laut dan rumput laut karena konsentrasi yodium yang tinggi di laut. Sumber yang baik termasuk telur dan produk susu. Selain itu, makanan seperti roti, kecap ikan, garam, dan air bisa diperkaya dengan yodium. Penggunaan garam beryodium sangat dianjurkan untuk populasi yang menghuni kekurangan yodium endemik daerah.​1​

Defisiensi Yodium

Asupan yodium harian yang rendah dan konstan di bawah kebutuhan menyebabkan defisiensi yodium kronis (Iodine Deficiency/ID), yang menurunkan sekresi hormon tiroid dan, akhirnya, mengganggu fungsi tiroid yang normal. Kandungan yodium yang rendah di makanan disebabkan oleh faktor lingkungan seperti glasiasi, banjir, dan erosi yang mengakibatkan menipisnya yodium dalam tanah. Akibatnya, makanan yang ditanam di wilayah ini mengandung yodium yang tidak mencukupi untuk manusia dan hewan. Selain itu, beberapa makanan mengandung berbagai zat atau goitrogen yang mengganggu penyerapan yodium tiroid.

Industri polutan seperti perklorat adalah inhibitor kompetitif penyerapan yodium tiroid. Merokok meningkatkan serum tingkat tiosianat yang bersaing dengan yodium. Ketika asupan yodium cukup, goitrogen biasanya tidak berbahaya. Namun, dengan adanya kekurangan yodium, goitrogen mungkin memperburuk efek klinis defisiensi yodium. Kekurangan selenium, zat besi, dan vitamin A juga memperburuk efek gangguan kekurangan yodium.​1​

Goitrogen dan Mekanismenya​2​

Goitrogen Mekanisme
Singkong, ubi jalar, sorgum, lima beans Mengandung glukosida sianogenik; dimetabolisme menjadi tiosianat yang bersaing dengan yodium untuk penyerapan tiroid
Sayuran Cruciferous seperti kubis, kale, kembang kol, brokoli, lobak Mengandung glukosinolat; metabolisme bersaing dengan yodium untuk tiroid serapan
Kedelai, millet
Flavonoid merusak tiroid aktivitas peroksidase
Polutan industri perklorat
Penghambat kompetitif dari pendukung natrium / yodium, mengurangi transportasi yodium ke tiroid
Polutan industri lain misal disulfida dari proses batu bara Menurunkan ambilan yodium tiroid
Merokok Merokok selama menyusui terkait dengan berkurangnya konsentrasi yodium dalam ASI; konsentrasi serum tiosianat tinggi karena merokok mungkin bersaing dengan yodium untuk transpor aktif ke dalam sekretori epitel payudara
Defisiensi selenium Peroksida yang terakumulasi mungkin merusak tiroid, dan defisiensi deiodinase mengganggu sintesis hormon tiroid
Kekurangan besi Mengurangi ketergantungan pada aktivitas heme tiroperoksidase di tiroid dan mungkin menumpulkan khasiat profilaksis yodium
Defisiensi vitamin A Meningkatkan stimulasi TSH dan gondok melalui penurunan vitamin A yang dimediasi dari gen TSHb hipofisis

Baca Lebih Lanjut : Suplementasi Vitamin A

Spektrum GAKY

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dianggap penting karena terkait dengan gangguan perkembangan mental dan kecerdasan yang berpengaruh besar pada kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Masalah GAKY berkaitan erat dengan lingkungan yang miskin zat yodium, hingga mengakibatkan orang yang tinggal di daerah tersebut akan mengalami kekurangan yodium. Setiap penderita GAKY yang bukan gondok dan bukan kretin mengalami defisit 10 IQ poin kecerdasan seseorang.​3​

Spektrum gangguan kekurangan yodium

Kelompok usia Masalah kesehatan terkait defisiensi yodium
Semua kelompok usia
Gondok, termasuk gondok nodular toksik
Peningkatan hipotiroidisme pada defisiensi yodium sedang hingga berat; penurunan kejadian hipotiroidisme pada defisiensi yodium ringan sampai sedang. Peningkatan kerentanan kanker tiroid dari radio isotop yodium (misalnya, radioaktif)
Janin Abortus, Kelahiran mati, Kelainan bawaan, Kematian perinatal, Cacat psikomotor
Neonatus Kematian bayi, Kretinisme endemik, Pertumbuhan fisik terganggu, Hipotiroidisme neonatal
Anak dan remaja Gangguan fungsi mental, Perkembangan fisik yang terlambat
Dewasa
Gangguan fungsi mental, rendahnya indeks kognitif dan IQ, Hipertiroidisme yang diinduksi yodium, gondok
Secara keseluruhan, kekurangan yodium sedang hingga berat menyebabkan efek samping akibat hipotiroidisme, termasuk penurunan pendidikan, apatis, dan berkurangnya produktivitas kerja, yang berdampak pada gangguan sosial dan pertumbuhan ekonomi
Ibu hamil Hipotiroidisme subklinis, Hasil kehamilan yang buruk, Kelahiran prematur

Tren

Kekurangan yodium yang terjadi dalam jangka panjang akan meningkatkan kadar TSH, tetapi produksi hormon tiroksin di tingkat normal konstan, kondisi ini dikenal sebagai hipotiroidisme subklinis. Sebaliknya, jika level TSH menurun tetapi produksi kadar normal dari hormon tiroksin, disebut sebagai hipertiroidisme subklinis. Jika ada pada kedua kondisi, tingkat FT4 terlalu rendah dan terlalu tinggi, maka ini disebut sebagai hipotiroidisme klinis dan hipertiroidisme.​4​

Studi menemukan kasus subyek hipotiroid dengan subklinis, yaitu dengan tingkat TSH normal yang melebihi batas, meskipun tidak terlalu ekstrim (4,90 μU/L). Sementara itu, pada 13 subjek (26%) dengan hipertiroidisme subklinis (TSH <0,4 μU/L), total 8 subjek menunjukkan kadar TSH yang sangat rendah (<0,004 μU /L). Penemuan subyek hipertiroid subklinis sebesar 26% ini memperkuat beberapa penelitian tentang fenomena kelebihan yodium yang mempengaruhi tren penurunan kadar TSH pada subjek endemik area defisiensi yodium.​4​

Upaya Penurunan GAKY

Upaya menurunkan prevalensi gondok adalah dengan intensifikasi penanggulangan GAKY berupa jangka pendek dengan pemberian kapsul iodium, upaya jangka menengah berupa pemakaian garam beriodium (fortifikasi) dan upaya jangka panjang meningkatkan konsumsi makanan beriodium dan menghindari bahan goitrogenik. Kekurangan yodium dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, neonatus, dan anak. Manfaat dalam mencegah kekurangan yodium adalah prestasi anak lebih baik dan meningkat, produktivitas lebih besar serta kualitas hidup yang lebih baik.​5​

WHO telah melihat rasio efektivitas biaya dan rasio manfaat mikro dari intervensi mikronutrien, terutama fortifikasi. Program iodisasi garam ditemukan ‘’rasio cost-benefit sangat tinggi’’. Jika biaya yodium fortifikasi adalah $ 0,10 per orang/tahun, maka rasio biaya yodium fortifikasi adalah sekitar 40 : 1. Sedangkan, total kerugian ekonomi dari kematian anak di Kamboja adalah sekitar 62 juta USD. The World Bank memperkirakan bahwa biaya ekonomi dari kekurangan yodium di negara-negara berkembang bisa mengeluarkan sebanyak 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut estimasi ekonomi untuk masalah gizi di Kamboja menggunakan Data Survei Kesehatan Demografis, hasil dari kekurangan yodium pada anak dapat menimbulkan beban ekonomi yang besar serta peningkatan pengeluaran kesehatan ditambah penurunan produktivitas anak-anak. Pemerintah Kerajaan Kamboja dengan dukungan UNICEF memperkirakan bahwa mengalami kerugian tahunan lebih dari 250-400 juta USD untuk Produk Domestik Bruto (PDB).​6​

Referensi

  1. 1.
    Menon K, Skeaff S. Iodine: Iodine Deficiency Disorders (IDD). In: Encyclopedia of Food and Health. Elsevier; 2016:437-443. doi:10.1016/b978-0-12-384947-2.00399-8
  2. 2.
    Zimmermann M, Jooste P, Pandav C. Iodine-deficiency disorders. Lancet. 2008;372:1251-1262.
  3. 3.
    Wardani D, Widajanti L, Aruben R. HUBUNGAN KONSUMSI GARAM BERYODIUM DAN ZAT GOITROGENIK DENGAN KEJADIAN GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) PADA ANAK SEKOLAH DASAR TAHUN 2017 (Studi pada Anak Sekolah Dasar Negeri Terangmas di Wilayah Pertanian Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus). ” Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip). 2018;6(4):182-188.
  4. 4.
    Mutalazimah, Mulyono B, et al. Precision and Accuracy of Thyroid Dysfunction Questionnaire (TDQ) for Hyperthyroidism Screening in Childbearing Age Women. INDONES J MED. Published online 2016:34-43. doi:10.26911/theijmed.2016.01.01.05
  5. 5.
    Anderson M, de Benoist B, Darnton-Hill I, Delange F. Iodine Deficiency in Europe: A Continuing Public Health Problem. WHO; 2007.
  6. 6.
    Moench-Pfanner R, Silo S, Laillou A, et al. The Economic Burden of Malnutrition in Pregnant Women and Children under 5 Years of Age in Cambodia. Nutrients. Published online May 14, 2016:292. doi:10.3390/nu8050292

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: