Skrining Fungsi Kognitif pada Lansia

Fungsi kognitif pada lansia mulai menurun jika terjadi demensia. Berikut skrining fungsi kognitif pada lansia. Mari kita simak

Fungsi Kognitif

Didefinisikan sebagai suatu proses dimana semua masukan sensoris (taktil, visual dan auditorik) akan diubah, diolah, disimpan dan selanjutnya digunakan untuk hubungan interneuron secara sempurna sehingga seseorang mampu melakukan penalaran terhadap masukan sensoris tersebut.  Fungsi kognitif tersebut juga merupakan proses mental dalam memperoleh pengetahuan atau kemampuan kecerdasan yang meliputi cara berpikir, memori atau ingatan, dan pelaksanaan.​1​

Fungsi memori merupakan suatu proses biologis dengan melibatkan jutaan sel neuron dan sinaps kemudian neuron menyampaikan pesan pada neuron lainnya dengan melepaskan neurotransmiter, sehingga fungsi memori dapat disalurkan. Apabila terjadi peningkatan penggunaan fungsi memori maka sinaps antar neuron yang terbentuk akan semakin bertambah dan mengakibatkan semakin meningkatnya kapasitas dari memori tersebut.​2​

Gangguan memori merupakan langkah awal seseorang kehilangan ingatan dan fungsi kognitif yang lebih sering disebut dementia. Dementia merupakan penurunan fungsi kognitif progresif, biasanya ditandai dengan gangguan pemikiran, ingatan, dan pengambilan keputusan. Dementia bukan merupakan penyakit tetapi gejala yang berhubungan dengan kondisi neurologis degeneratif tertentu dan berbagai bentuk kerusakan fisiologis.​2​

Baca lebih lanjut untuk Imunitas pada Lansia.

https://pixabay.com/id/illustrations/tergantung-demensia-wanita-tua-765182/

Mini Mental State Examination (MMSE)

Mini Mental State Examination (MMSE) adalah kuesioner yang paling sering digunakan untuk mengetahui fungsi kognitif. Secara khusus MMSE digunakan untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan gizi seperti antioksidan, vitamin B6, B12 dan asam folat.​3​

MMSE merupakan suatu skala terstruktur yang terdiri dari 30 poin dan dikelompokkan menjadi 7 kategori:

  • orientasi terhadap tempat (negara, provinsi kota, gedung dan lantai)
  • orientasi terhadap waktu (tahun, musim, bulan, hari dan tanggal)
  • registrasi (mengulang dengan cepat 3 kata)
  • atensi dan konsentrasi (secara berurutan mengurangi 7, dimulai dari angka 100, atau mengeja kata WAHYU secara terbalik)
  • mengingat kembali (mengingat kembali 3 kata yang telah diulang sebelumnya)
  • bahasa (memberi nama 2 benda, mengulang kalimat, membaca dengan keras dan memahami suatu kalimat, menulis kalimat dan mengikuti perintah 3 langkah)
  • konstruksi visual (menyalin gambar).

MMSE ini menunjukkan sensitivitas yang tinggi yaitu 87% dan spesifisitas 82% untuk mengetahui fungsi kognitif dan demensia pada lansia. Instrumen ini juga direkomendasikan sebagai screening penilaian fungsi kognitif global oleh American Academy of Neurology.​4​

Skor MMSE diberikan berdasarkan jumlah yang benar sempurna. Nilai MMSE diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu, skor 14 – 24 menunjukkan terjadinya penurunan fungsi kognitif dan skor > 24 maka normal. Skor maksimum MMSE ialah 30.

Form MMSE

No.TesNilai MaxNilai
ORIENTASI
1.Sekarang (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), (hari) apa?5 
2.Kita berada dimana? (negara), (provinsi), (kota), (rumah sakit), (lantai/kamar)5 
 REGISTRASI  
3.Sebutkan 3 buah nama benda (apel, meja, koin) tiap benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda tersebut dengan benar dan catat jumlah pengulangan3 
 ATENSI & KALKULATOR  
4.Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk setiap jawaban benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja terbalik kata “WAHYU” (nilai diberikan pada huruf yang benar sebelum kesalahan ; misalnya nyahw = 2 nilai)5 
 MENGINGAT KEMBALI (RECALL)  
5.Pasien mengingat kembali 3 nama benda di atas.3 
 BAHASA  
6.Pasien disuruh menyebutkan nama benda yang ditunjukkan (pensil, buku)2 
7.Pasien disuruh mengulang kata-kata : “namun”, “tanpa”, “bila”1 
8.Pasien disuruh melakukan perintah : “Ambil Kertas ini dengan tangan anda, lipatlah menjadi dua letakkan di lantai”3 
9.Pasien disuruh membaca dan melakukan perintah “PEJAMKAN MATA ANDA”1 
10.Pasien disuruh menulis dengan spontan1 
11.Pasien disuruh menggambarkan bentuk di bawah ini.  1 
 TOTAL30 
Forms MMSE​5​

Interpretasi skor MMSE​5​

Referensi

  1. 1.
    Alarabi M, Al-Turki A, Mahasin M, et al. Lifestyle factors affecting cognitive function of adults: A cross-sectional study. Neurology, Psychiatry and Brain Research. Published online February 2017:36-42. doi:10.1016/j.npbr.2016.12.001
  2. 2.
    Nelms M, Sucker K, Lacey K, Roth S. Nutrition Therapy and Pathophysiology. 2nd ed. Wadsworth; 2011.
  3. 3.
    Velho S, Marques-Vidal P, Baptista F, Camilo ME. Dietary intake adequacy and cognitive function in free-living active elderly: A cross-sectional and short-term prospective study. Clinical Nutrition. Published online February 2008:77-86. doi:10.1016/j.clnu.2007.10.011
  4. 4.
    El Zoghbi M, Boulos C, Amal AH, et al. Association between cognitive function and nutritional status in elderly: A cross-sectional study in three institutions of Beirut—Lebanon. Geriatric Mental Health Care. Published online December 2013:73-81. doi:10.1016/j.gmhc.2013.04.007
  5. 5.
    NHCQF N. Form MMSE. www.medicine.uiowa.edu/igec/tools/cognitive/MMSE.pdf. Accessed 2020. https://www.onlinejacc.org/content/accj/69/12/1609/DC1/embed/media-1.pdf?download=true

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: