Beras Apa yang Paling Baik Dikonsumsi?

Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia, yang banyak terdapat ragamnya. Sebagai sumber karbohidrat utama yang selalu dikonsumsi tiap hari. Belum dianggap makan jika belum makan nasi. Mari kita simak paparan terkait aneka ragam beras.

Beras Putih

Nasi putih adalah makanan pokok di banyak negara Asia. Makanan ini merupakan bahan pokok yang wajib dikonsumsi oleh masyarakat. Amilopektin merupakan fraksi utama pati beras, tetapi dalam analisanya lebih sering dilakukan terhadap amilosa. Kadar amilosa menentukan kadar rasa dan mutu nasi yang dihasilkan dan menentukan sifat fisik lainnya. Berdasarkan kadar amilosanya, beras digolongkan menjadi 3 yaitu kadar rendah (10-20%), menengah (20-25%) dan tinggi (25-33%). Makin tinggi kadar amilosa maka beras masak yang diperoleh makin pera yaitu mengeras setelah dingin dan kurang lengket.

Mutu protein beras dianggap tertinggi diantara protein serealia, terutama karena kandungan lisisnnya yang relatif tinggi. Kadar lipida beras 2% dari total berat terdiri lipida netral 77,3%; fosfolipida 16,5%; glikolipida 9,8%. Asam lemak oleat, liroleat, dan palmitat merupakan asam lemak utama dari lemak beras.

Mineral yang banyak pada beras yaitu fosfor, kalium, belerang, magnesium, klorida, kalsium, natrium dan dalam jumlah sedikit untuk besi, seng, mangan, dan tembaga. Kandungan vitamin dalm beras utamanya vitamin B1, B2, B3, B6. Vitamin lain seperti vitamin B5, B12, dan E banyak yang hilang selama penggilingan.​1​

https://pixabay.com/id/photos/beras-makanan-sehat-masakan-makan-498688/
https://pixabay.com/id/photos/beras-makanan-sehat-masakan-makan-498688/

Beras Coklat

Ada beraneka ragam beras warna diantaranya beras coklat, beras merah, beras hitam. Beras warna umumnya memiliki kandungan serat dan antioksidan lebih tinggi dibanding bers putih. Selain itu, nilai Indeks Glikemik (IG) beras warna lebih rendah dibanding beras putih.

Beras coklat dibuat dengan cara menggiling gabah hingga pecah kulit tanpa penyosohan untuk menghindari rusaknya lembaga yang berperan dalam perkecambahan, sehingga beras berwarna coklat. Maka beras tersebut diistilahkan dengan beras coklat. Beras coklat mengandung serat 6x lebih tinggi dibanding beras putih. Kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Nilai Gizi Berbagai Ragam Beras

Kandungan GiziBeras PutihBeras CoklatBeras MerahBeras Hitam
Energi (kkal)357335352351
Protein (g)8,47,47,38
Lemak (g)1,71,90,91,3
Karbohidrat (g)77,176,276,276,9
Serat (g)0,21,60,820,1
Vitamin B1 (mg)0,20,320,340,21
Kalsium (mg)14712156
Fosfor (mg)81290257198
Besi (mg)1,824,20,1
Indeks Glikemik (IG)73685542,3
Keterangan : warna merah menunjukkan nilai tertinggi

Beras Merah

Oriza Nivara merupakan jenis beras yang masih dikonsumsi masyarakat dalam jumlah yang sedikit. Sama halnya dengan beras hitam, pigmen antosianin pada beras merah juga tidak hanya terdapat pada lapisan kulit beras, namun tersebar hingga ke bagian gabah dan bagian lain tanaman seperti kelopak daun.​2​

Seperti halnya beras hitam, beras merah juga memiliki IG rendah yaitu 43,3%. Kandungan gizi beras merah per 100 gram terdiri dari protein 7,5 gram, lemak 0,9 gram, karbohidrat 77,6 gram, kalsium 16 mg, zat besi 0,3 gram, vitamin B1 0,21 mg dan antosianin.

Antosianin adalah zat yang berfungsi sebagai antioksidan pada beras merah. Antosianin adalah senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid yang berperan penting, baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia.

https://pixabay.com/id/photos/beras-merah-makanan-sehat-3628687/
https://pixabay.com/id/photos/beras-merah-makanan-sehat-3628687/

Black Rice

memiliki nama latin Oryza sativa L. Indica. Berbeda dengan beras putih, beras hitam memiliki pericarp, aleuron dan endosperm yang berwarna merah-biru-ungu pekat, warna tersebut menunjukkan adanya kandungan antosianin. Beras hitam memiliki kandungan antosianin yang paling tinggi dibandingkan beras merah dan beras putih. Hal ini dapat dilihat dari warnanya yang gelap. Semakin tinggi kadar antosianin dalam beras, semakin gelap pula warna beras tersebut.​3​

Beras hitam dinilai menyehatkan bagi konsumen. Hal ini disebabkan oleh kandungan antosianin yang meliputi cyanidin 3-Oglukosida, peonidin 3-O-glukosida, malvidin 3-Oglukosida, pelagonidin 3-O-glukosida, dan delphinidin 3-O-glukosida.​4​ Antosianin  dinilai memiliki manfaat antioksidan, antikanker, dan mencegah penyakit jantung koroner dengan cara mencegah penyempitan arteri.​5​

Pada beras hitam, kandungan antosianin mencapai lebih dari 40% yang sebagian besar berupa senyawa cyanidin-3-glukosida dan peonidin-3-glukosida. Penelitian melaporkan bahwa kandungan antosianin pada beras tersebut sekitar 95% cyanidin 3-O-glukosida dan 5% peonidin 3-O-glukosida.​6​

Beras ini tidak mengandung gluten dan kolesterol serta memiliki kadar gula dan garam yang rendah. Beras hitam merupakan beras dengan kandungan IG yang rendah, namun tinggi serat, antosianin, vitamin B dan E, besi, thiamin, magnesium, niasin dan fosfor.​7​

https://pixabay.com/id/photos/beras-hitam-oryza-sativa-1204640/
https://pixabay.com/id/photos/beras-hitam-oryza-sativa-1204640/

Analog Rice

Ragam beras lainnya yaitu beras analog. Beras analog merupakan salah satu produk olahan yang berbentuk seperti butiran beras namun terbuat dari bahan pangan non beras, yang dapat dihasilkan dengan menggunakan metode ekstrusi.

Beras analog yang berasal dari beberapa bahan baku seperti jagung, singkong, kedelai, sorgum, sagu, dan sumber lainnya memiliki kandungan gizi yang tinggi akan protein, lemak, serat pangan, fenol, dan pati resisten serta IG (indeks glikemik) rendah. Oleh karena itu beras analog sangat berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.​8​

http://www.jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/347
Nasi analog dari campuran sorgum, jagung, maizena dan sagu (a) (Widara, 2012),
campuran jagung, kedelai, bekatul dan sagu (b) (Kurniawati, 2013), jagung putih dan
sagu (c) (Noviasari, dkk., 2013) dan campuran singkong, ampas kelapa dan sagu (d)
(Kharisma, dkk., 2014).
http://www.jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/347
http://www.jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/347

Beras analog jagung kuning bekatul kedelai memiliki protein tertinggi dibanding beras analog lain (11,4%). Serat pangan tertinggi juga ada pada beras analog jagung kuning bekatul kedelai. Indeks glikemik pada beras sosoh yaitu 69, IG beras analog jagung putih kedelai sagu 50, IG jagung kuning bekatul kedelai 54, IG jagung kuning sorgum sagu aren 47. ​8​

Terdapat aneka ragam beras sebagai makanan pokok. Umumnya beras berwarna dan beras analog memiliki kandungan serat dan antioksidan yang lebih tinggi dibanding beras putih. Selain itu nilai indeks glikemik beras berwarna dan beras analog juga lebih rendah dibanding beras putih.

Referensi

  1. 1.
    Muchtadi T, Sugiyono S, Ayustaningwarno F. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Alfabeta; 2013.
  2. 2.
    Suliartini N, Sadiamantara G, Muhidin W. Pengujian Kadar Antosianin Padi Gogo Beras Merah Hasil Koleksi Plasma Nutfah Sulawesi Tenggara . Crop Argo. 2011;4(2):43-48.
  3. 3.
    Maulida R, Guntarti A. PENGARUH UKURAN PARTIKEL BERAS HITAM (Oryza sativa L.) TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK DAN KANDUNGAN TOTAL ANTOSIANIN. Pharmaciana. Published online May 31, 2015. doi:10.12928/pharmaciana.v5i1.2281
  4. 4.
    Ichikawa H, Ichiyanagi T, Xu B, Yoshii Y, Nakajima M, Konishi T. Antioxidant Activity of Anthocyanin Extract from Purple Black Rice. Journal of Medicinal Food. Published online December 2001:211-218. doi:10.1089/10966200152744481
  5. 5.
    Abdullah B. PENINGKATAN KADAR ANTOSIANIN BERAS MERAH DAN BERAS HITAM MELALUI BIOFORTIFIKASI / Increasing Anthocyanin of Red and Black Rice through Biofortification. J Litbang Pert. Published online December 30, 2017:91. doi:10.21082/jp3.v36n2.2017.p91-98
  6. 6.
    Xia X, Ling W, Ma J, et al. An Anthocyanin-Rich Extract from Black Rice Enhances Atherosclerotic Plaque Stabilization in Apolipoprotein E–Deficient Mice. The Journal of Nutrition. Published online August 1, 2006:2220-2225. doi:10.1093/jn/136.8.2220
  7. 7.
    Kushwaha U. Black Rice. Springer International Publishing; 2016.
  8. 8.
    Noviasari N, Kusnandar F, Setiyono A, Budijanto S. Karakteristik Fisik, Kimia, dan Sensori Beras Analog Berbasis Bahan Pangan Non Beras. PANGAN. 2017;26(1):1-12.

One thought on “Beras Apa yang Paling Baik Dikonsumsi?

  • October 16, 2020 at 12:20 pm
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat membantu dan menambah wawasan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: