Diet Asam Urat

Diet Rendah Purin / Asam Urat

Oleh : Muhammad Iqbal Basagili, S.Gz., M.P.H. (Nutr & Diet) ​1–4​

Diet Rendah Purin apa sich? Mari kita simak dalam artikel ini.

Gout Arthritis adalah penyakit akibat kelainan metabolisme asam urat yang disebut hiperurisemia. Prevalensi gout arthritis di Indonesia 1,6-13,6 per seribu penduduk. Hiperurisemia adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah > 7 mg/dl pada pria dan > 6 mg/dl pada wanita. Hiperurisemia disebabkan oleh produksi asam urat yang meningkat dan ekresi asam urat yang rendah. Penyakit gout atau hiperurisemia kadang-kadang dapat terjadi pembentukan kristal urat dalam ginjal. Kristal ini akan larut dalam urin yang bersifat alkalis.
Keadaan hiperurisemia dapat terjadi, karena:

Pemecahan jaringan tubuh yang berlebihan sehingga banyak purin yangdibebaskan untuk kemudian dimetabolisir dengan zat sisa serupa asam urat. Ekskresi asam urat yang menurun karena air seni yang asam (misalnya akibat konsumsi lemak atau alkohol yang tinggi) atau karena penurunan fungsi ginjal. Konsumsi makanan yang kaya purin secara berlebihan. Contoh: jerohan, kaldu, kacang, emping dan tape.

Tujuan dari diet rendah purin adalah untuk mencapai dan mempertahankan status gizi optimal serta menurunkan kadar asam urat dalam darah dan urin. Penderita asam urat disarankan banyak minum air putih dan cairan jus buah karena air membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Makanan yang baik dan sehat untuk penderita asam urat adalah yang kadar purinnya rendah tapi harus memenuhi cukup energi, protein, mineral dan vitamin. Bahan makanan yang dianjurkan antara lain nasi, bubur, bihun, roti, gandum, makaroni, pasta, jagung, kentang, ubi, talas, havermout, sumber protein hewai yang dianjurkan, telur, susu skim/susu rendah lemak, sayuran yang diperbolehkan wortel, labu siam, terong, pare, oyong, ketimun, labu air, selada air, tomat, dan lobak, sedangkan untuk buah semua macam buah diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Bahan makanan yang dibatasi antara lain daging sapi, daging ayam, ikan tongkol, tenggiri, bawal, bandeng, kerang, udang dibatasi maksimum 50 gram/hari. Sumber protein nabati yang dibatasi diantaranya tempe, tahu maksimum 50gram/hari dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, kedelai) paling banyak 25gram/hari. Sayuran yang dibatasi yaitu bayam, buncis, daun/biji melinjo, kapri, kacang polong, kembang kol, asparagus, kangkung dan jamur maksimum 100gr/hari. Teh kental atau kopi sebaiknya dihindari. Dalam percobaan yang dilakukan oleh ahli gizi dari Kanada, diet purin selama 16 minggu kepada pasien yang menderita asam urat dapat menurunkan berat badan sebanyak 5,4kg dan dapat menurunkan kadar asam urat serta mengurangi gejala serangan asam urat yang tiba-tiba muncul dengan mengkonsumsi makanan yang telah dianjurkan : yaitu bayam, buncis, daun/biji melinjo, kapri, kacang polong, kembang kol, asparagus, kangkung dan jamur maksimum 100gr/hari. Teh kental atau kopi sebaiknya dihindari. Dalam percobaan yang dilakukan oleh ahli gizi dari Kanada, diet purin selama 16 minggu kepada pasien yang menderita asam urat dapat menurunkan berat badan sebanyak 5,4kg dan dapat menurunkan kadar asam urat serta mengurangi gejala serangan asam urat yang tiba-tiba muncul dengan mengkonsumsi makanan yang telah dianjurkan.

REFERENSI:

  1. 1.
    Kementrian Kesehatan RI. Diet Rendah Purin. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2011.
  2. 2.
    Fam.G. Gout,Diet and the Insulin Resistance Syndrome. Journal of Rheumathology. 2002.
  3. 3.
    Chamayasinta , Husna. Hubungan Pengetahuan Diet Purin dengan Kadar Asam Urat Pasien Gout Arthrithis. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 2013;12.
  4. 4.
    Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2009.
Putri Darely

View Comments

  • Ttimakasih atas artikel nya yang mudah difahami, enak dibaca dan sangat bermanfaat, saya sebagai ahli gizi sangat banggga dan merasa terbantu.... semoga sukses dengan blog nya dan bertambah manfaatnya bagi halayak.

    • Alhamdulillah. Aamiin yaa robbal 'alamiin. Terima kasih banyak kak Susi Wartini. Semoga sehat selalu =)

Share
Published by
Putri Darely
Tags: Asam Urat

Recent Posts

Beras Porang Lebih Cocok untuk Diet? Ini Perbandingannya dengan Beras Biasa

Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…

20 hours ago

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

6 days ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

2 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

4 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago