Kesehatan dan Gizi lainnya

Suplemen makanan tidak bermanfaat untuk Kesehatan ?

Suplemen makanan adalah industri yang bernilai besar. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk membuat berbagai suplemen makanan dengan berbagai macam klaim yang masih dipertanyakan bukti ilmiahnya. Tahun 2010 saja, pasar untuk vitamin anak-anak di Indonesia mencapai US $ 43.300.000 atau bila setara dengan 586 milyar rupiah. Pasar Industri suplemen makanan tumbuh hingga 14% per tahun dan 70% produknya didominasi oleh produk dari Amerika​1​.

Padahal bila kita lihat lebih jauh, banyak penelitian penelitian Randomized Clinical Trial (RCT) tentang suplementasi vitamin dan mineral yang menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan untuk pencegahan primer terjadinya penyakit kronis yang berhubungan dengan defisiensi gizi adalah tidak jelas ​2,3​ . Penelitian demi penelitian masih dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suplementasi vitamin dan mineral benar-benar bermanfaat untuk kesehatan.

Dalam beberapa percobaan menunjukkan bahwa suplementasi zat gizi mikro dalam jumlah melebihi AKG mungkin memiliki efek yang berbahaya. Efek berbahaya yang bisa ditimbulkan karena kelebihan konsumsi suplementasi zat gizi mikro antara lain risiko kematian, kanker dan stroke hemoragic ​4​. Penelitian lainnya menyebutkan, penggunaan suplementasi multivitamin bahkan tidak berdampak apapun pada orang dewasa yang sehat dan hanya memberikan manfaat kepada orang tua ​3​.

Kami menyarankan kepada dokter dan ahli gizi agar mengurangi penggunaan suplementasi zat gizi mikro (multivitamin) kepada pasien yang sehat dan tidak ada indikasi penyakit tertentu. Selain itu, dokter harus menasehati pasien bahwa suplementasi semacam itu bukanlah pengganti makanan yang bergizi seimbang.

Kita semua harus tahu bahwa zat gizi mikro yang didapatkan dari makanan jauh lebih baik daripada yang berasal dari suplementasi makanan. Akan tetapi, penggunaan suplementasi zat gizi tertentu tetap dibutuhkan untuk penyakit-penyakit yang pemenuhan zat gizinya tidak cukup dari makanan saja serta untuk orang-orang sehat dengan kondisi tertentu misalnya hamil.

Panduan Umum suplementasi pada orang sehat berdasarkan siklus kehidupan

  1. Ibu Hamil : asam Folat, vitamin prenatal
  2. Bayi dan anak-anak : untuk bayi menyusui, vitamin D sampai disapih dan zat besi dari umur 4-6 bulan
  3. Dewasa pertengahan dan akhir : vitamin B12, vitamin D dan/atau kalsium

Panduan spulementasi pada kelompok berisiko tinggi

  1. Kondisi medis yang menganggu absorbsi zat gizi atau metabolisme :

a. Bedah bariatric : vitamin larut lemak, vitamin B, zat besi, kalsium, seng, tembaga, multivitamin dan mineral

b. Anemia pernisiosa : vitamin B12 (1-2 mg/hari secara oral atau 0,1-1 mg/hari secara intramuskular)

c. Penyakit Crohn, penyakit radang usus, penyakit celiac: zat besi, vitamin B, vitamin D, seng, magnesium

  1. Osteoporosis dan penyakit yang berhubungan dengan tulang : vitamin D, kalsium, magnesium
  2. Pengobatan (jangka panjang)

a. Inhobitor Pompa proton : vitamin B12, kalsium, magnesium

b. Metformin : vitamin B12

  1. Pola makan ketat (Sedang Diet Ketat): multivitamin/multimineral, vitamin B12, kalsium, vitamin D, magnesium

Mulai dari sekarang ganti suplemen makanan anda dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang.

REFERENSI :

  1. 1.
    indo C. suplemen makanan. suplemen makanan. https://www.cekindo.com/id/sektor/suplemen-makanan.
  2. 2.
    Lichtenstein  AH, Sesso  HD RS Manson JE,. Dietary supplements and disease prevention: a global overview. Nat Rev Endocrinol. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27150288. Published 2016. Accessed 2018.
  3. 3.
    Ward E. Addressing nutritional gaps with multivitamin and mineral supplements. Nutr J. July 2014. doi:10.1186/1475-2891-13-72
  4. 4.
    Manson JE, Bassuk SS. Vitamin and Mineral Supplements. JAMA. March 2018:859. doi:10.1001/jama.2017.21012
Putri Darely

Recent Posts

Makan Serat yang Sama, Tapi Efeknya Bisa Berbeda pada Setiap Orang? Ini Penjelasannya

Bayangkan dua orang memulai pagi dengan menu yang sama. Semangkuk oatmeal, potongan buah, dan beberapa…

4 days ago

Minum Air untuk Tahan Lapar, Apakah Sehat Jika Jadi Kebiasaan?

Pernah merasa lapar, tetapi bukannya makan malah memilih minum segelas atau bahkan beberapa gelas air?…

2 weeks ago

Kenapa Nafsu Makan Bisa Meningkat Saat Cuaca Dingin?

Saat cuaca mulai dingin atau hujan turun seharian, keinginan untuk mencari makanan hangat biasanya ikut…

2 weeks ago

Minum Susu Sebelum Tidur Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak?

Minum segelas susu sebelum tidur sering dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh…

2 weeks ago

Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?

Punya sisa sayur bayam dari makan siang lalu ingin menghangatkannya kembali saat malam? Sebagian orang…

3 weeks ago

Chinese Restaurant Syndrome: Benarkah MSG Jadi Penyebabnya?

Pusing setelah makan makanan yang terasa sangat gurih sering kali langsung dikaitkan dengan MSG. Ada…

4 weeks ago