Diet Minimalis: Perpaduan antara Kesederhanan dan Gizi Seimbang

18/01/2019
dilihat 1525 kali


Gambar artikel

Seiring dengan mulai menyebarnya paham minimalisme, para minimalist mulai menerapkan gaya hidup ini ke dalam diet. Diet minimalis berkaitan erat dengan mengurangi pola konsumsi berlebihan dan fokus pada fungsi utama dari makan, yaitu kebutuhan zat gizi, serat, substansi bioaktif, dan enzim dari makanan. 

 

Saat membawa konsep minimalisme ke dalam pola makan, yang terpenting adalah menemukan pola makan yang sesuai. Setiap individu memiliki gen dan pola kromosom yang berbeda, sehingga reaksi tubuh terhadap makanan juga berbeda.

 

Beberapa minimalist menganggap pola makan tradisional jepang, diet vegan atau vegetarian sebagai diet minimalis (1) . Tentu saja, kita sebagai orang Indonesia punya pola makan minimalis tersendiri, yang sudah diterapkan oleh kakek-nenek kita sejak dulu, sebelum revolusi

industri dan kapitalisasi di bidang pangan.

 

 

 

>> Tiga manfaat utama diet minimalis

 

 

Ada tiga manfaat utama yang diperoleh jika kita menerapkan diet minimalis dalam kehidupan sehari-hari (2) . 

Pertama, diet minimalis membuat kita lebih sehat. Konsep dasar diet ini yaitu menyederhanakan proses pemasakan, pengolahan, dan penyimpanan makanan. Kita dianjurkan untuk konsumsi makanan segar atau makanan dengan proses seminimal mungkin. Sehingga, dengan diet ini kita juga mengurangi penggunaan bumbu, gula, garam, minyak setiap kali memasak. Tentu saja ini berdampak baik bagi kesehatan. 

 

Kedua, diet minimalis baik untuk kelestarian lingkungan. Dengan membeli makanan tanpa kemasan, kita terlibat langsung dalam menyelamatkan biota laut dari berton-ton sampah setiap tahun. Konsumsi makanan segar berarti mengurangi rantai distribusi makanan kemasan dari pabrik ke dapur rumah tangga. Seperti yang kita tahu, proses pengiriman barang membutuhkan bahan bakar minyak dan berdampak pada emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global.

 

Ketiga, diet minimalis relatif lebih murah. Kita hanya menghabiskan sedikit uang dengan pola konsumsi sederhana. Diet ini sangat cocok diterapkan oleh mahasiswa, milenial yang baru saja bekerja, ataupun pasangan muda. Makanan siap saji jauh lebih mahal dibandingkan makanan segar. Tentu saja harganya lebih mahal karena perusahaan atau produsen harus memperoleh profit dari selisih biaya bahan baku, bahan tambahan pangan, dan biaya promosi yang sangat besar.

 

 

 

>> 7 langkah sederhana untuk memulai diet minimalis

 

1. Miliki mindset yang jelas tentang diet minimalis

Diet merupakan sebuah istilah untuk menyatakan sebuah pola makan seseorang sehari-hari. Sedangkan konsep minimalisme sendiri adalah sebuah paham gaya hidup yang sederhana. Diet ini juga bertujuan untuk mengurangi “eksploitasi” berlebihan pada proses pemasakan, penyimpanan, pengemasan, dan pendisitribusian makanan.

 

2. Rencanakan apa yang akan anda makan selama seminggu

Memulai diet minimalis tidak berarti kita harus meninggalkan semua yang serba instan, kita hanya perlu merencanakan, menyiapkan, menyimpan bahan makanan apa saja yang akan dikonsumsi dalam seminggu kedepan di akhir pekan.

 

3. Kurangi kebiasaan “ngemil” secara bertahap

Diet ini tidak memaksa kita menghentikan kebiasaan “ngemil” saat ini juga. Cukup dengan mengurangi kebiasaan lama secara bertahap. Misalkan selama satu minggu kedepan akan mengurangi konsumsi cemilan tertentu. Lakukan secara bertahap dan terus menerus. Consistency is the key.

 

4. Subtitusi dengan cemilan sehat

Kesalahan terbesar dalam diet biasanya melakukan perubahan pola makan secara ekstrim, seperti skip sarapan, puasa dalam jangka waktu lama, hingga tidak konsumsi karbohidrat sama sekali. Anda tidak perlu melakukan itu. Kita hanya perlu makan beranekaragam makanan dan mensubtitusi junk food dengan cemilan yang lebih sehat. Misalkan mengganti keripik dengan buah seperti semangka, pepaya dan aneka ragam buah lainnya.

 

5. Berpikir sederhana

Prinsip dasar dari diet minimalis adalah berpikir sederhana. Kita tidak perlu memesan makanan di catering diet. Kita hanya perlu mempelajari resep masakan yang sederhana. Kita bisa membuat steamed vegetables, gado-gado, nasi pecel, sup, pepes, sayur asem, soto, otak-otak, dan berbagai makanan nusantara lainnya. Atau konsumsi sayuran mentah seperti daun poh pohan, kemangi, terong bulat, tomat, ketimun, daun kedondong, leunca, selada, dan kacang panjang (3) .

 

6. Makanlah sesuai kebutuhan

Kebutuhan zat gizi secara umum dapat dilihat dalam tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG). Anda juga bisa menggunakan model “piring makanku”. Tetapi jika ingin mendapatkan estimasi yang lebih sesuai sebaiknya berkonsultasi langsung dengan ahli gizi. Seorang ahli gizi mampu membuat perencanaan diet sederhana sesuai pedoman gizi seimbang.

 

7. Kurangi penggunaan sampah plastik makanan

Kita dapat mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja, tumbler atau botol air minum sendiri. Lalu, menggunakan kotak bekal untuk membungkus makanan dan berhenti untuk menggunakan sedotan, sendok, atau garpu sekali pakai, Cara lain yang bisa dilakukan yaitu menggurangi pembelian produk yang menggunakan kantong plastic.Terakhir, menyimpan makanan ke dalam botol atau jar.

 

 

 

Fredy Estofany

Nutrisionis di RSUP Fatmawati

 

 

Bagikan artikel ini :  
  •          

  •   3 kali dibagikan

    Referensi

    1. Corleone, Jill. The Minimalist Diet. Diakses melalui www.livestrong.com/297418-the-minimalist-diet pada 14 Januari 2019.

    2. Dang, Jessica. Student’s Guide to a Minimalist Diet in 5 Steps. Diakses melalui www.minimalstudent.com/students-guide-to-a-minimalist-diet-in-5-steps pada 14 Januari 2019.

    3. Yen, Tan Shot, Hindah Muaris. Resep Panjang Umur, Sehat,; Sembuh. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2018.


    Artikel terkait
    Gambar artikel
    Oleh : AhliGiziID
    04/02/2018
    Gambar artikel
    Oleh : AhliGiziID
    25/11/2017
    Gambar artikel
    Oleh : Muhammad Iqbal Basagili, S.Gz., M.P.H. (Nutr & Diet)
    17/11/2017
    Gambar artikel
    Oleh : Muhammad Iqbal Basagili, S.Gz., M.P.H. (Nutr & Diet)
    17/11/2017





    Kelebihan Berat Badan ?